IHSG Ditutup Berbalik Anjlok 1,04%, Sebaliknya 12 Saham Dipimpin NIRO hingga PGUN Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/10/2025), ditutup anjlok mencapai 85,53 poin (1,04%) menjadi 8.152. Tekanan indeks makin dalam usai putusan Bank Indonesia (BI) pertahankan BI Rate 4,75%.
Penekan utama indeks datang dari saham sektor material dasar 2,72%, sektor teknologi 2,66%, sektor keuangan 0,92%, sektor kesehatan 1,56%, infrastruktur 0,88%, transportasi 0,97%, dan sektor energi 0,15%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor properti, industri, konsumer non primer, dan konsumer primer dengan konglomerasi pengungkit saham emiten Haji Isam, seperti JARR, PGUN, dan TEBE bangkit hingga ARA.
Baca Juga
Hingga September 2025, DCI Indonesia (DCII) Cetak Lompatan Laba Atribusi 83,53%
Adapun beberapa saham yang berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham NIRO naik 34,97% menjadi Rp 220, AYLS menguat 34,86% menjadi Rp 236, PPRE naik 34,88% menjadi Rp 116, FAST menguat 25% menjadi Rp 540, JARR naik 25% menjadi Rp 3.900, AKSI naik 25% menjadi Rp 470, RANC naik 25% menjadi Rp 1.100, SSTM naik 25% menjadi Rp 550, COCO naik 24,84% menjadi Rp 382, TEBE naik 24,87% menjadi Rp 2.410, PGUN naik 19,96% menjadi Rp 15.025, dan RISE naik 19,86% menjadi Rp 8.750.
Meski tak ARA, saham ini cetak lompatan harga, yaitu saham PURI naik 20,67% menjadi Rp 362, WEGE naik 20,63% menjadi Rp 76, BULL naik 21,97% menjadi Rp 322, CENT naik 22,73% menjadi Rp 162, BEEF naik 22,12% menjadi Rp 635, PUDP naik 21,32% menjadi Rp 825, dan LPGI menguat 21,26% menjadi Rp 770.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 149,1 poin (1,84%) menjadi 8.238 dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,34 triliun, terbanyak disumbangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,30 triliun dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 238,64 miliar.
Kenaikan ditopang penguatan saham sektor infrastruktur 3,46%, sektor property 3,51%, sektor transportasi 3,82%, sektor energi 1,49%, sektor konsumer primer 1,23%, sektor keuangan 0,83%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi dan konsumer non primer.
Baca Juga
BI Tahan BI Rate di 4,75%, Fokus Jaga Stabilitas Rupiah dan Dorong Pertumbuhan
Sejalan dengan lompatan IHSG tersebut, sejumlah saham ini cetak kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti NIRO menguat 34,71% menjadi Rp 163, INDX menguat 34,18% menjadi Rp 212, BULL melesat sebanyak 34,01% menjadi Rp 264, BESS menguat 25% menjadi Rp 1.675, MORA naik 25% menjadi Rp 1.350, dan SSTM naik 25% menjadi Rp 440.
ARA juga melanda saham WAPO naik 24,79% menjadi Rp 292, FITT naik 24,55% menjadi Rp 1.040, AKSI naik 24,50% menjadi Rp 376, BABY naik 24,42% menjadi Rp 535, COCO naik 24,39% menjadi Rp 306, dan RISE naik 19,67% menjadi Rp 7.300. Meski tak ARA, saham ini cetak kenaikan harga pesat FUTR naik 22,88% menjadi Rp 725 dan PGLI naik 20,32% menjadi Rp 450.

