IHSG Sesi I Turun Tipis 5 Poin, Sebaliknya 6 Saham ARA Dipimpin AMAN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (19/9/2025), ditutup turun tipis 5 poin (0,06%) menjadi 8.003. Rentang pergerakan 7.983-8.036 dengan nilai transaksi mencapai Rp 9 triliun.
Penurunan dipicu koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor property melemah 0,67%, sektor teknologi turun 0,45%, sektor konsumer primer melemah 0,45%, sektor teknologi turun 0,45%, dan sektor transportasi turun 0,37%. Sebaliknya kenaikan melanda saham industry, material dasar, energi, inrastruktur, kesehatan, dan konsumer non primer.
Baca Juga
Genjot Transformasi Bisnis, Saham DSSA Layak Dihargai Segini
Meski melemah sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) naik 34,92% menjadi Rp 170, saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) melesat 25% menjadi Rp 545, dan saham PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) naik 24,81% menjadi Rp 1.610.
ARA juga melanda saham PT Star Pacific Tbk (LPLI) naik 24,85% menjadi Rp 412, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 24,57% menjadi Rp 2.180, dan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,49% menjadi Rp 605. Meski tak ARA, saham PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) naik 32,35% menjadi Rp 180, PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) naik 24,24% menjadi Rp 328, dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik 22,96% menjadi Rp 332.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham OKAS sebanyak 13,28% menjadi Rp 222, MGLV melemah 9,87% menjadi Rp 1.005, UDNG melemah 9,64% menjadi Rp 2.250, KOCI melemah 8,08% melemah menjadi Rp 91, dan saham PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) turun 6,28% menjadi Rp 179.
Kemarin, IHSG ditutup melemah 16,75 poin (0,21%) menjadi 8.008 diikuti dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 358,31 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 839,03 miliar, BMRI Rp 248,67 miliar, dan BBNI Rp 118,92 miliar. Sebaliknya net buy terbanyak melanda BBRI Rp 812,22 miliar.
Baca Juga
Rupiah Tertekan ke Rp 16.568 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global dan Domestik
Penurunan indeks kemarin adalah kejatuhan saham sektor keuangan 0,84%, sektor property 0,66%, sektor konsumer non primer 0,53%, dan sektor infrastruktur 0,35%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 4,26%, sektor konsumer primer 0,70%, energi 0,77%, dan sektor material dasar 0,59%.
Meski IHSG dilanda penurunan sejumlah saham ini cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham GTRA naik 34,51% menjadi Rp 191, saham CLAY naik 24,62% menjadi Rp 2.480, GPSO naik 24,62% menjadi Rp 486, dan TALF naik 24,57% menjadi Rp 436. ARA juga melanda saham BUVA sebanyak 24,86% menjadi Rp 452, FISH naik 24,64% menjadi Rp 1.290, DWGL naik 24,62% menjadi Rp 486, MLPT naik 20% menjadi Rp 157.225.

