IHSG Sepekan Diprediksi Mendarat di 8.100, Ini 3 Saham Pilihan Indo Premier Sekuritas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang menguat sepanjang pekan ini, ditopang oleh potensi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan rilis data ekonomi penting Amerika Serikat (AS). Proyeksi ini disampaikan oleh PT Indo Premier Sekuritas (IPOT).
BI diperkirakan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%, menandai penurunan kelima kalinya. Retail Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Indri Liftiany Travelin Yunus, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut akan menjadi sentimen utama penggerak pasar modal Indonesia pekan ini.
Baca Juga
Selain itu, pasar juga mencermati rilis data ekonomi penting AS, seperti initial jobless claims dan proyeksi kenaikan inflasi tahunan AS bulan September menjadi 3% dari sebelumnya 2,9%.
“Para pelaku pasar menanti pertemuan Federal Reserve pada akhir bulan untuk melihat arah kebijakan suku bunga berikutnya. Sebanyak 99% pelaku pasar memperkirakan pemangkasan 25 basis poin, sementara sisanya memperkirakan pemangkasan 50 basis poin,” ujar Indri.
Dia menambahkan, sentimen pasar pekan ini masih akan dipengaruhi oleh faktor sebelumnya, seperti ketegangan dagang AS–China, rencana penurunan PPN Indonesia, serta kenaikan harga emas dunia.
“Para pelaku pasar kemungkinan besar akan memanfaatkan kondisi market yang sudah terkoreksi untuk mulai mengoleksi saham-saham bervaluasi menarik dengan metode bottom fishing,” jelas Indri.
Baca Juga
Prabowo: Kejahatan SDA Ilegal Rugikan Negara Ratusan Triliun, Aparat Hukum Jangan Lengah
Menurutnya, alokasi dana investor kemungkinan akan terdiversifikasi pada beberapa sektor, yakni perbankan, properti, infrastruktur, serta emiten komoditas terutama emas dan saham konglomerasi.
“IHSG diperkirakan bergerak bervariatif dengan kecenderungan menguat dalam rentang support 7.730 hingga resistance 8.100,” imbuh Indri.
Berikut 3 saham pilihan IPOT pekan ini:
BBCA – Buy (Harga saat ini: Rp7.500; Entry: Rp7.500; Target Price: Rp7.800 atau naik 4%; Stop Loss: <Rp7.350).
Saham BBCA berada dalam kondisi low risk dan berpotensi rebound, didukung pembelian asing senilai Rp17,6 miliar pada akhir pekan lalu.
BBTN – Buy on Breakout (Harga saat ini: Rp1.140; Entry: Rp1.160; Target Price: Rp1.230 atau naik 6%; Stop Loss: <Rp1.130).
Potensi rebound didorong optimisme pemangkasan suku bunga. Level Rp1.160 menjadi titik terbaik untuk mulai mengoleksi saham BBTN.
INDY – Buy on Pullback (Harga saat ini: Rp2.550; Entry: Rp2.460–Rp2.500; Target Price: Rp2.700 atau naik 9,8%; Stop Loss: <Rp2.370). Saham INDY dinilai menarik karena adanya optimisme ekspansi energi terbarukan, peningkatan volume transaksi, dan indikator stochastic oscillator yang belum menunjukkan kondisi jenuh beli.

