IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergejolak, Indo Premier Rekomendasikan 3 Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Premier Sekuritas memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergejolak pekan ini, meski sebelumnya berhasil mencetak level tertinggi baru (all time high/ATH) di 8.570. Para pelaku pasar diimbau meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika pasar global.
“Volatilitas pasar global kembali meningkat. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan indikator VIX sebesar 18,16% dalam sepekan terakhir. Dengan volatilitas yang tinggi, trader harus siap dengan naik-turunnya dinamika pasar dan sebaiknya ambil posisi dengan risk-reward yang sangat terukur,” ujar Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan, Senin (24/11/2025).
Baca Juga
Net Buy Melesat Rp 3,15 Triliun, Asing Borong BRMS dan BREN Jelang Masuk MSCI Besok
IPOT mencatat sejumlah sentimen global dan domestik yang mendorong penguatan IHSG pekan lalu adalah kekhawatiran ekspektasi AI yang mengecewakan, peringatan IMF bahwa harga risk assets terlalu tinggi dibandingkan fundamental, serta perbedaan pandangan di komite moneter The Fed mengenai potensi pemangkasan suku bunga Desember karena pasar tenaga kerja masih kuat.
Sedangkan dari pasar domestic, sentimen datang dari laporan defisit APBN Rp 479,7 triliun per Oktober 2025, dinilai masih terkendali; sementara Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75%.
David menegaskan bahwa lonjakan volatilitas global dengan kenaikan VIX 18,16% harus menjadi perhatian serius pelaku pasar. “Pergerakan tajam ini membuat investor harus lebih berhati-hati dalam mengambil risiko,” katanya.
Baca Juga
Hans Patuwo Ditunjuk Jadi Calon Dirut GOTO, Ini Kiprah dan Pengalamannya
Saham Pilihan
Menghadapi gejolak pasar, IPOT merekomendasikan tiga saham untuk strategi buy berikut:
Saham HMSP didukung Purbaya effect membuat sektor tembakau mendapatkan angin segar, dan secara teknikal ada sinyal positif mulai melandai di atas MA5.” BWPT berhasil catatkan kenaikan dalam dua hari terakhir BWPT naik dengan high volume sehingga muncul sinyal positif jangka pendek. Serta MINAberada pada tren uptrend di atas MA5. Investor asing melakukan akumulasi Rp 31 miliar sehingga layak buy.
David menutup dengan imbauan agar pelaku pasar memantau volatilitas global secara ketat dan melakukan pembelian dengan manajemen risiko yang disiplin.

