Mau Cuan Jelang HUT RI? Simak Tiga Saham Pilihan Indo Premier Sekuritas Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) membeberkan potensi cuan tiga saham, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Astra International Tbk (ASII), jelang HUT RI yang digelar Sabtu ini. Tiga saham ini layak dipantau didukung sejumlah sentiment positif.
Sedangkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) jelang perayaan HUT RI akhir pekan ini akan terpengaruh sejumlah data yang dirilis gobal dan dalam negeri.
Baca Juga
Stock Split Rampung, Saham Dian Swastatika (DSSA) Perkasa hingga Salip Market Cap TLKM
Equity Analis IPOT Imam Gunadi menyebutkan, pemodal disarankan untuk memantau sejumlah data ekonomi, seperti PPI AS dan CPI AS. Sebagai catatan, PPI mengukur perubahan harga yang diterima produsen, khususnya mengenai harga bahan baku.
"Jika harga bahan baku naik, bisa jadi perusahaan akan menaikkan harga produknya dan menyebabkan inflasi pada sisi konsumen naik. Data ini perlu diperhatikan karena data ini juga akan menjadi pertimbangan The Fed untuk menentukan kebijakan moneternya," tulis Imam dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (12/8/2024).
Selain dari sisi produsen, AS akan merilis data inflasi untuk bulan Juli dari sisi konsumen atau CPI. Data ini rencananya dirilis pada, Rabu (14/8/2024), pekan ini."Dari sisi konsensus kita dapat melihat bahwa CPI diproyeksikan melambat ke 2,9% (yoy) dan untuk Core CPI juga diproyeksikan akan melambat ke 3,2% (yoy). Jika inflasi AS sesuai dengan konsensus, atau lebih kecil dari periode sebelumnya, hal ini dapat menjadi sentimen positif untuk pasar, dan semakin meningkatkan probabilitas untuk The Fed menurunkan suku bunganya sebesar 50 bps di bulan September 2024 nanti," terangnya.
Baca Juga
Pasar Otomotif Berangsur Pulih, Saham ASII dan AUTO Pilihan Teratas
Data lainnya yang perlu dicermati, terang dia, dari China dan Indonesia, seperti data tingkat pengangguran yang diproyeksikan oleh konsensus turun ke 5% dari sebelumnya di 5,1%. Jika tingkat pengangguran lebih kecil dari periode sebelumnya atau lebih kecil dari konsensus maka dapat menjadi sentimen positif untuk pasar khususnya IHSG.
Menimbang data ekonomi yang solid di atas, PT Indo Premier Sekuritas yang baru saja meluncurkan "Power Fund Series" ini merekomendasikan tiga saham dan 1 power fund series untuk perdagangan saham pekan ini Senin hingga Jumat (16/8/2024).
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Saham ini direkomendasikan beli dengan target pergerakan support Rp 26.250 dan resistance Rp 27.450. Peluang kenaikan harga didukung penguatan harga batu bara Newcastle ke level US$ 145 per ton dan merupakan level tertinggi baru selama 3 bulan terakhir. Imam menilai, kenaikan harga batu bara ini juga tidak terlepas dari membaiknya ekonomi di China dan tentu hal ini akan menjadi angin segar juga bagi emiten batu bara lainnya.
PT Astra International Tbk (ASII)
Saham ASII direkomendasikan buy on pullback dengan proyeksikan pergerakan dalam rentang support Rp 4.590 dan resist Rp 4.880. Penguatan saham ini didukung solidnya ekonomi Indonesia dengan pertumbuhan di atas 5% atau di atas konsensus 5%. Rekomendasi juga didukung data lainnya membuat investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 1,2 triliun pasca sell off Senin pekan lalu. Potensi saham ini juga datang dari kenaikan volume penjualan mobil dan sepeda motor.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Saham BBNI direkomendasikan buy on breakout dengan pergerakan pergerakan support Rp 5.000 dan resist Rp 5.500. Peluang penguatan setelah asing terpantau mulai agresif borong saham bank pelat merah ini. Jumat pekan lalu, net buy saham BBNI oleh asing sebesar Rp 36,9 miliar. Hal ini juga tidak terlepas dari data ekonomi Indonesia yang solid. “Membaiknya kondisi ekonomi khususnya Indonesia akan menjadi sentimen positif juga untuk sektor perbankan. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas aset dan CKPN ke depan yang dapat berimbas pada dan bottom line perusahaan,” ujar Imam.
Grafik Saham ITMG, ASII, dan BBNI Ytd

