Bagikan

IHSG Ditutup Melesat ke Rekor 8.250, Saham Bank Besar Dimotori BBRI Bangkit  

JAKARTA, investortrust.id Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/10/2025), ditutup melesat sebanyak 84,91 poin (1,04%) ke rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) 8.250. Rentang pergerakan 8.159-8.272 dengan nilai transaksi Rp 26,87 triliun.

Kenaikan indeks kali ini ditopang lompatan saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, dan BRIS. Sedangkan sektor saham penopang utama saham sektor konsumer primer 1,63%, sektor konsumer non primer 1,51%, sektor keuangan 1,14%, sektor transportasi 3,14%, sektor infrastruktur 0,95%, sektor kesehatan 0,99%. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham sektor teknologi dan energi.

Baca Juga

Tumbuh 7,56%, OJK Catat Kredit Perbankan per Agustus 2025 Capai Rp Rp 8.075 Triliun

Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan signifikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ERTX naik 34,48% menjadi Rp 195,  FOLK menguat 34,19% menjadi Rp 208, COCO naik 25% menjadi Rp 290, CITA menguat 25% menjadi Rp 5.325, KJEN naik 25% menjadi  Rp 290, dan EDGE naik 25% menjadi Rp 5.425.

ARA juga melanda saham JSPT sebanyak 24,84% menjadi Rp 3.820, MORA naik 24,79% menjadi Rp 730, TFAS naik 24,52% menjadi Rp 386, FUJI naik 24,59% menjadi Rp 760, dan ASPI naik 24,46% menjadi Rp 580. Sedangkan saham motor penguat indeks, yaitu BBRI naik 3,76% menjadi Rp 3.860, BBCA naik 2,37% menjadi Rp 7.550, BMRI menguat 3,29% menjadi Rp 4.390, dan BBNI menguat 4,06% menjadi Rp 4.100.

Kemarin,  IHSG ditutup melemah tipis 3,25 poin (0,04%) menjadi 8.166 dengan rentang pergerakan 8.044-8.224 dan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 455,20 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 757,29 miliar, RAJA mencapai Rp 150,93 miliar, dan WIFI Rp 100,41 miliar.

Baca Juga

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga, OJK Ungkap Strategi Kunci Jaga Ketahanan Sistem Keuangan

Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti infrastruktur 0,93%, sektor keuangan 0,60%, dan kesehatan 0,50%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor sektor industry 2,93%, sektor energi 2,74%, dan material dasar 1,49%. Penguatan juga melanda saham property 0,44%, konsumer primer 0,23%, dan sektor transportasi 1,77%.

Meski indeks melemah,  sejumlah saham cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ESTA naik 34,64% menjadi Rp 206, CENT naik 34,38% menjadi Rp 172, NTBK naik 34,15% menjadi Rp 110, dan TRIN naik 33,47% menjadi Rp 202. Kenaikan juga melanda saham TFAS sebanyak 25% menjadi Rp 310, AGII naik 25% menjadi Rp 1.950, dan MORA naik 25% menjadi Rp 585. Saham PICO naik 24,48% menjadi Rp 356, saham ADMR melesat 24,89% menjadi Rp 1.380, UFOE naik 24,65% menjadi Rp 354, RATU melesat 20% menjadi Rp 9.000, dan POLU menguat 19,96% menjadi Rp 29.150.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024