Net Sell Belum Reda, Pemodal Asing Lepas Saham Rp 1,1 Triliun Dimotori BBRI
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,10 triliun, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/11/2024), ditutup rebound sebanyak 55,53 poin (0,76%) menjadi 7.321,99 dengan nilai transaksi Rp 12,18 triliun.
Net sell terbanyak melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 362,90 miliar, PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 285,01 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 199,92 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 195,34 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 153,73 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham berikut catatkan pembelian bersih (net buy) oleh pemodal asing, yaitu saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 185,65 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 45,81 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 44,63 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 24,55 miliar, dan PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) Rp 23,90 miliar.
Terkait kenaikan indeks hari ini ditopang penguatan penguatan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor energi 2,83%, sektor teknologi 2,60%, sektor consumer non primer 1,25%, sektor transportasi 1,09%, dan sektor infrastruktur 0,30%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor consumer primer 0,60%, sektor material dasar 0,42%, dan sektor keuangan 0,03%.
Di tengah penguatan tersebut, empat saham catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) PT Newport Marine Service Tbk (BOAT) sebanyak 35% menjadi Rp 135, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), yang listing sejak kemarin ini, kembali naik 25% menjadi Rp 1.375, dan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) naik 25% menjadi Rp 2.250.
Baca Juga
Lompatan harga hingga ARA juga melanda saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencapai 20% menjadi Rp 21.600. Dengan kenaikan tersebut saham emiten yang dikendalikan grup Lippo (MLPT) ini telah melesat lebih dari 1.389% dalam tiga bulan terakhir.
Kenaikan pesat juga melanda kembali melanda saham PT Mulipolar Tbk (MLPL) naik 29,46% menjadi rp 167, PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melesat 23,01% menjadi Rp 695, dan PT Dwi Guna Lestari TbK (DWGL) sebanyak 19,23% menjadi Rp 248.
Sebaliknya penurunan dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK), PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), dan PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM).
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 20,73 poin (0,28%) menjadi 7.266,46. Penurunan dipicu atas koreksi sebanyak 397 saham. Sisanya sebangak 196 saham dan 190 saham masing-masing ditutup stagnan dan menguat.
Koreksi tersebut sejalan dengan berlanjutnya aksi jual (net sell) saham oleh pemodal asing mencapai Rp 1,52 triliun. Di antaranya, net sell BBRI Rp 732,32 miliar, BBCA senilai Rp 407,10 miliar, dan ADRO mencapai Rp 116,59 miliar. Sebaliknya saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat sebagai saham yang dikoleksi asing mencapai Rp 122,23 miliar.

