BEI Unsuspensi Saham AGII, LPPS, RMKE, dan SMLE hingga Tiga Saham Keluar dari PPK
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pembukaan kembali atau unsuspensi perdagangan empat saham yang sebelumnya dihentikan sementara atau suspensi. Keputusan ini mulai berlaku mulai sesi I perdagangan saham Rabu, 8Oktober 2025. Satu saham dibuka langsung masuk papan pemantauan khusus (PPK).
Empat emiten yang kembali diperdagangkan yakni PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS), PT RMK Energy Tbk (RMKE), dan PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) yang masuk dalam PPK dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
IHSG Berpeluang kembali Ukir Rekor Baru, TIga Saham Dipimpin RAJA Layak Dilirik
Sebelumnya empat saham tersebut dihentikan sementara ataun suspense kemarin dipicu atas lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data BEI, saham LPPS melesat lebih dari 140% menjadi Rp 204 dalam sebulan terakhir. Begitu juga dengan saham RMKE naik lebih dari 143% menjadi Rp 2.310, saham AGII melambung lebih dari 89% menjadi Rp 1.560, dan saham SMLE naik lebih dari 113% menjadi Rp 322 dalam sebulan terakhir.
Secara bersamaan, BEI mengeluarkan tiga saham secara resmi keluar dari PPK dan berpindah ke papan pengembangan. Perubahan ini mulai berlaku hari ini, empat saham tersebut terdiri atas saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI).
Baca Juga
Saham MLPT Tembus 10 Besar Market Cap BEI, Kakayaan Mochtar Riady Melambung
Meski tiga saham ini ditransaksikan di PPK dalam beberapa hari terakhir terpantau penguatan justru terus berlanjut. Data BEI mengungkap saham MLPT berhasil catatkan kenaikan lebih adri 175% menjadi Rp 214.900 dalam sebulan terakhir. Sedangkan saham ASPI dan MPRO cetak kenaikan masing-msing 20,85% dan 23,33%.
Terkait indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/10/2025), diprediksi lanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan 8.156-8.234. Tiga saham direkomendasikan beli, yaitu RAJA, WIFI, dan OASA. Pergerakan indeks akan dipengaruhi aksi pelaku pasar dalam mencermati rilis data makroekonomi, seperti consumer confidence dan penjualan sepeda motor domestik.
Grafik Saham

