IHSG Akhir Pekan Ditutup Melesat 0,73%, Sebanyak 13 Saham Cetak ARA Dipimpin TOSK dan KOKA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/9/2025), ditutup melesat sebanyak 58,67 poin (0,73%) menjadi 8.099. Rentang pergerakan 8.035-8.099 dengan nilai transaksi Rp 17 triliun.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar sebanyak 2,84%, sektor industri 1,06%, sektor konsumer non primer 1,62%, sektor teknologi 1,38%, sektor infrastruktur 1,03%, sektor keuangan 0,52%, dan sektor kesehatan 1,07%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor transportasi dan properti.
Baca Juga
5 Konglomerasi Saham Kuasai 'Market Cap' BEI, dari Grup Barito hingga Danantara
Di tengah rebound tersebut, saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) naik 34,31% menjadi Rp 184, PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) naik 34,67% menjadi Rp 101, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) naik 25% menjadi Rp 580, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) naik 25% menjadi Rp 525, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 25% menjadi Rp 580.
ARA juga melanda saham PT Shield On Service Tbk (SOSS) naik 24,68% menjadi Rp 985, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) naik 24,63% menjadi Rp 334, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) naik 24,62% menjadi Rp 810, PT Star Pacific Tbk (LPLI) sebanyak 24,62% menjadi Rp 810.
ARA juga melanda saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) sebanyak 24,81% menjadi Rp 3.370, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) naik 24,77% menjadi Rp 4.080, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 19,92% menjadi Rp 15.350, dan PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) naik 20% menjadi Rp 6.450.
Kemarin, IHSG ditutup jatuh 85,9 poin (1,06%) menjadi 8.040 dengan nilai transaksi Rp 22,16 triliun. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1 triliun dengan penyumbang terbesar saham ANTM Rp 453,79 miliar, BBCA Rp 222,12 miliar, dan MDKA Rp 194,12 miliar.
Baca Juga
BEI Tegaskan Superbank (BSPR) Tidak Sedang Proses Book Building IPO Saham
Penurunan tersebut dipicu pelemahan sejumlah saham big cap, seperti saham DSSA, EMAS, ANTM, BRPT, AMMN, MDKA, CMRY, PANI, BBRI, hingga TPIA. Koreksi juga dipicu kejatuhan sektor saham material dasar 3,03%, sektor industri 1,67%, sektor infrastruktur 1,09%, sektor transportasi 2,63%, dan sektor keuangan 0,28%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor konsumer non primer 1,75%, sektor properti 1,56%, dan sektor kesehatan 0,60%.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), saham ZATA melesat 35% menjadi Rp 81, RANC naik 25% menjadi Rp 650, FUTR naik 25% menjadi Rp 500, dan SHIP naik 25% menjadi Rp 5.375. ARA juga melanda saham KONI naik 24,76% menjadi Rp 1.965, FAST naik 24,73% menjadi Rp 464, RISE naik 24,66% menjadi Rp 2.780, dan PGUN kembali melesat 19,91% menjadi Rp 12.800.

