IHSG Ditutup Melambung 1,76%, Lima Saham Dipimpin KOKA Cetak ARA di Atas 33%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/3/2026), ditutup melambung sebanyak 133,48 poin (1,76%) menjadi 7.710. Rentang pergerakan 7.577-7.765 dengan nilai transaksi Rp 16,34 triliun.
Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan seluruh pasar saham Asia, seperti Nikkei, Hang Seng, dan Strait Times. Adapun penopang utama kenaikan saham sektor consumer primer 3,40%, sektor industry naik 2,80%, dan sektor material dasar naik 2,63%. Sisanya, consumer non primer, keuangan, kesehatan, dan property, cetak kenaikan lebih dari 1%
Baca Juga
Laba Tahun Berjalan PIK2 (PANI) Rp 2,04 Triliun di 2025, Pertumbuhan Segini
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu sejumlah saham naik hingga auto reject atas (ARA) KOKA menguat 35% menjadi Rp 270, RODA naik 34,55% menjadi Rp 74, LAND naik 34,48% menjadi Rp 78, BIPP naik 34,48%, dan ENZO melesat 33,82% menjadi Rp 91.
ARA juga melanda saham SOTS sebanyak 25% menjadi Rp 1.425, ROCK melambung 24,47% menjadi Rp 2.060, SKBM menguat 24,56% menjadi Rp 710, dan ALKA menguat 24,41% menjadi Rp 530. Meski tak ARA, saham KOTA melambung 32,14% menjadi Rp 74 dan INCF menguat 18,97% menjadi Rp 69. Sedangkan saham penopang IHSG datang dari kenaikan saham MLPT, MORA, EMAS, MDKA, ITMG, hingga ASII. Lompatan juga didukung kenaikan pesat saham big bank, BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Kemarin, IHSG anjlok parah 362,71 poin (4,57%) menjadi 7.577 dengan pemodal asing hanya membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 117,92 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 557,69 miliar dan BBNI senilai Rp 178,57 miliar.
Baca Juga
Hari Ini, Prabowo Buka Puasa Bersama Ulama dan Pimpinan Ormas Islam di Istana
Seluruh sektor saham mengalami guncangan hebat sepanjang hari ini, terdalam melanda saham sektor material dasar melemah 7,42%, sektor trasnportasi 7,23%, sektor consumer primer 6,69%, dan sektor industry 5,38%. Penurunan lebih dari 4% melanda saham sektor energi, consumer non primer, teknologi, dan infrastruktur. Kejatuhan lebih dari 3% melanda saham sektor property dan keuangan.
Meski IHSG anjlok parah, kedua saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham IFSH naik 25% menjadi Rp 3.250 dan SOTS naik 24,59% menjadi Rp 1.140. Meski tak ARA, saham ITMA naik 11,91% menjadi Rp 2.630, GRPM menguat 9,94% menjadi Rp 376, dan INPS naik menguat 9,88% menjadi Rp 890.

