IHSG Sesi I Rebound 1,17%, Saham Lapis Tiga Ini Melesat hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (2/9/2025), ditutup rebound pesat sebanyak 90,25 poin (1,17%) menjadi 7.826. Rentang pergerakan 7.736-7.839 dengan nilai transaksi Rp 8,34 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti saham sektor material dasar dan industri melesat lebih dari 3%. Saham properti naik 2,32%, sisanya energi, konsumer primer, teknologi, infrastruktur, konsumer non primer, mengalami kenaikan lebih dari 1%.
Penguatan tersebut juga didukung kenaikan saham emiten big cap, seperti BBCA, BREN, dan DCII. Kenaikan juga didukung penguatan pesat saham emiten emas, seperti ARCI, ANTM, AMMN, PSAB, dan MDKA.
Baca Juga
Di tengah rebound tersebut, saham ini cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA) didominasi saham lapis tiga, seperti saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) melesat 34,29% menjadi Rp 141. PT Shield On Service Tbk (SOSS) sebanyak 24,54% menjadi Rp 1.015 dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melesat 24,65% menjadi Rp 885.
Meski tak ARA, saham ini melesat pesat , PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) naik 32,14% menjadi Rp 74, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik 30,23% menjadi Rp 112, dan PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) naik 28,36% menjadi Rp 86. Sebaliknya penurunan melanda saham MIRA 9,88% menjadi Rp 73, DEFI turun 9,70% menjadi Rp 428, KONI melemah 6,17% menjadi Rp 2.280, KMTR turun 5,08% menjadi Rp 336, dan IKBI melemah 5,04% menjadi Rp 565.
Kemarin, IHSG tergerus sebanyak 94,42 poin (1,21%) menjadi 7.736,07 dengan nilai transaksi Rp 20,44 triliun. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,15 triliun, penyumbang terbesar BBCA Rp 1,60 triliun, BMRI Rp 734,97 miliar, dan BBRI Rp 110,22 miliar.
Baca Juga
Koreksi tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi 2,16%, sektor transportasi 2,19%, sektor infrastruktur 1,98%, sektor konsumer primer 1,34%, sektor energi 1,32%, sektor keuangan 1,62%, dan sektor konsumer non primer 0,63%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industri 1,58% dan sektor kesehatan 0,64%.
Meski IHSG anjlok, enam saham masih berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TMPO naik 34,57% menjadi Rp 218, SLIS naik 34,38% menjadi Rp 86, WOWS melesat 34,07% menjadi Rp 122. Selanjutnya, PGUN naik 25% menjadi Rp 3.850, SONA naik 24,87% menjadi Rp 4.720, dan SOSS naik 24,43% menjadi Rp 815.

