SMGR Bidik Rebound Kinerja, Bagaimana dengan Target Harga Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tengah memasuki fase turnaround yang kuat di bawah kepemimpinan manajemen baru. Langkah strategis berupa oversight lebih ketat, digitalisasi, serta kontrol langsung anak usaha diyakini mampu mengatasi bottleneck distribusi dan memperkuat eksekusi bisnis.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 3.700. Target tersebut mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 35% dari harga pasar saat ini. Target ini juga didukung fundamental, momentum pertumbuhan penjualan, serta strategi modernisasi distribusi diperkirakan memperkuat posisi kompetitif SMGR di pasar semen domestik.
Baca Juga
Laba Bersih Anjlok, Target Harga Saham Semen Indonesia (SMGR) Dipangkas Jadi Segini
“SMGR telah menyusun strategi untuk memperkuat prospeknya dengan mengatasi hambatan distribusi. Rencana ini berfokus pada optimalisasi sumber daya dengan pengawasan yang lebih ketat, di mana anak perusahaan mengambil kendali langsung atas pasokan hingga ke pelanggan akhir,” tulis riset analis Sucor Sekuritas Cheryl Jennifer Wang yang diterbitkan beberapa waktu lalu.
Selain itu, ketersediaan produk yang stabil dengan digitalisasi untuk meningkatkan visibilitas inventori dan kinerja ritel diharapkan membawa angin segar terhadap penjualan SMGR. Rekam jejak manajemen memberikan kapabilitas eksekusi yang dibutuhkan untuk mewujudkan inisiatif strategis SMGR.
Baca Juga
Hingga Juli 2025, SMGR mencatat penjualan semen domestik 2,8 juta ton atau tumbuh +20,8% secara bulanan (MoM), lebih tinggi dari pertumbuhan industri +18,4% MoM. Kinerja ini mendorong pangsa pasar perseroan naik menjadi 48,3% dari 47,3% pada Juni 2025. Lonjakan penjualan tersebut menegaskan momentum pemulihan yang didukung permintaan program perumahan 3 juta unit serta proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa dengan basis biaya tetap yang semakin efisien, SMGR dinilai mampu membuka leverage operasional untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan. Saat ini saham SMGR diperdagangkan di level valuasi rendah, yakni hanya 0,4x PBV, menjadikannya salah satu emiten undervalued di sektor infrastruktur.

