Pengendali Ini Agresif Tambah Saham di Indonesian Tobacco (ITIC), Meski Laba Turun, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Djony Saksono, dirut sekaligus pengendali, agresif menambah saham di PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) sepanjang tahun 2025 berjalan atau year to date (ytd). Dirinya telah memborong sebanyak 5,83 juta saham secara berjalan sejak awal tahun hingga pekan ini.
Pembelian agresif tersebut menjadikan total saham ITIC yang dikuasai Djony Saksono bertambah menjadi 642,39 juta atau 68,29% saham hingga 21 Agustus 2025, dibandingkan akhir tahun 2024 mencapai Rp 632,11 juta atau 67,67% saham.
Baca Juga
Top Gainer Sepekan Didominasi Saham Lapis Dua, Ada ACST dan FITT
Pembelian terakhir dilakukan pada 21 Agustus dengan membeli sebanyak 47.900 saham dengan harga pelaksanaan Rp 214 per saham. Bulan lalu, Djony Saksono juga terpantau membeli sebanyak 139.300 saham dengan harga pelaksanaan Rp 214,88 per saham. Pembelian bertujuan sebagai investasi yang berimbas terhadap penambahan jumlah saham.
Djony Saksono
Aksi pembelian saham tersebut dilakukan, meski kinerja keuangan ITIC mencatatkan penurunan sepanjang semester I-2025. Penjualan perseroan turun menjadi Rp 149,64 miliar hingga Juni 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 163,37 miliar.
Baca Juga
IHSG Pekan Ini Ditutup Melemah 0,50%, tapi Asing Agresif Net Buy Rp 2,73 Triliun
Begitu juga dengan laba sebelum pajak turun dari Rp 11,77 miliar menjadi Rp 10,82 miliar. Penurunan ini berimbas terhadap pelemahan laba tahun berjalan dari Rp 8,41 miliar menjadi Rp 7,75 miliar. Alhasill aba per saham turun dari Rp 8,94 menjadi Rp 8,24 per saham.
Terkait kinerja saham, ITIC mengalami penurunan sebanyak 13,60% menjadi Rp 216 sepanjang ytd. Sedangkan dalam setahun terakhir telah terjadi penurunan lebih dari 17% ata saham ITIC. Saham ITIC masih konsisten melanjutkan penurunan, meski IHSG telah mengalami penguatan pesat sepanjang tahun ini.

