Harga Saham Naik 75%, Chemstar Indonesia (CHEM) Ungkap Fakta di Balik Lonjakan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga saham PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) mencatat kenaikan tajam sebesar 75% dalam periode sembilan hari perdagangan, mulai 30 Juli hingga 11 Agustus 2025. Meski fluktuatif, saham CHEM sempat menyentuh level tertinggi di Rp 105 per saham, dari posisi terendah Rp 60 per saham.
Sepanjang periode tersebut, total volume transaksi saham CHEM mencapai 835,44 juta lembar, dengan nilai transaksi Rp 71,14 miliar. Lonjakan terbesar terjadi pada 11 Agustus 2025, ketika transaksi harian mencatat nilai Rp 41,78 miliar.
Baca Juga
Tujuh Saham Dipimpin BEER Cetak ARA, Meski IHSG Ditutup Melemah 0,43% Hari Ini
Direktur Chemstar Indonesia Wenty Rasjid menegaskan, pergerakan harga dan volume saham murni merupakan dinamika pasar. “Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi material kepada publik sesuai ketentuan, dan senantiasa mematuhi peraturan pasar modal,” ujarnya dalam paparan publik insidentil virtual, Selasa (19/8/2025).
Dalam RUPS Tahunan 30 Juni 2025, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku sebelumnya sebagai dividen Rp 1,32 miliar atau Rp 0,77 per saham, yang telah dibayarkan pada 30 Juli 2025. Namun, hingga 30 Juni 2025, laba bersih Chemstar justru turun tajam 69,7% menjadi Rp 2,05 miliar, meski pendapatan naik 13,48% (yoy) menjadi Rp 106,97 miliar.
Baca Juga
Direktur Keuangan Tony Widjaja menjelaskan penurunan tersebut disebabkan menyempitnya margin gross profit, yang menekan kinerja laba bersih perusahaan. Penyumbang utama kinerja berasal dari divisi Energi dengan kotribusi terhadap pendapatan Rp 57 miliar, divisi Tekstil Rp 47 miliar, dan divisi Agro Rp 2 miliar.
Manajemen menegaskan, pelemahan laba bersih terutama dipicu sektor tekstil, yang tertekan akibat penutupan pabrik, PHK, kenaikan UMP, hingga maraknya produk impor ilegal. “Divisi tekstil benar-benar menarik turun kinerja laba konsolidasi perusahaan di semester pertama ini,” pungkas Wenty.

