Saham Era Media (DOOH) Bangkit ke Harga IPO, Berikut Fakta-fakta Perseroan
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) telah berhasil mencetak penguatan sebayak 100% sepanjang September 2023 berjalan. Bahkan, volume transaksi saham perseroan bertumbuh pesat.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DOOH telah melesat dari harga akhir Agustus 2023 senilai Rp 50 hingga bertengger di level Rp 100 pada perdagangan sesi II, Rabu (27/9/2023).
Baca Juga
Anak Usaha Sinarmas Group (GEMS) Tarik Pinjaman Modal Kerja Rp 2,4 Triliun
Sedangkan pergerakan harga saham DOOH hari ini berada di zona hijau, yaitu saham ini sempat melesat hingga mencapai level tertinggi harian Rp 110.
Saham emiten yang listing di BEI sejak 8 Mei 2023 ini ditawarkan level Rp 100 per saham. Sedangkan level tertinggi penutupan saham DOOH sejak listing berada di Rp 105 per saham.
Era Media Sejahtera merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sebagai agency company pada 2021. Pada 2022 memiliki posisi sebagai media aggregator dan media owner yang memiliki kerja sama pengelolaan aset media di berbagai lokasi di wilayah pulau Jawa. Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan berkolaborasi dengan pemilik media lainnya dan agency juga advertiser.
Baca Juga
Meski Rugi Menjulang, Pemegang Saham Ini Justru Tambah Saham di Charnic (NICK)
Perseroan telah memiliki hak pengelolaan media di berbagai lokasi di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki kerja sama untuk penempatan media iklan pada area publik market di antaranya PD Pasar Jaya dan Pusat Mode Tanah Abang. Selain itu perseroan memiliki kerja sama pengelolaan media di KRL Commuterline Jabodetabek, kereta api jarak jauh, dan Bus Damri.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, PT Prambanan bertindak sebagai pemegang saham utama dengan kepemilikan 79,69%. Sisanya dikuasai investor public sekitar 20% dan Faysal Deni Rahman sekitar 0,31%.
Baca Juga
Saham Siloam (SILO) Dinilai Terlalu Murah, Sekuritas Ini Sebut Alasannya
Terkait kinerja keuangan, Era Media Sejahtera ternyata mencatatkan lompatan dengan perolehan laba bersih periode berjalan Rp 3,91 miliar hingga semester I-2023, dibandingkan dengan rugi bersih periode berjalan periode sama tahun lalu Rp 4,54 miliar.
Raihan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pesat pendapatan perseroan menjadi Rp 73,55 miliar hingga Juni 2023, dibandingkan semester I-2022 senilai Rp 7,05 miliar.

