Melesat 160%, Saham Era Media (DOOH) Makin Perkasa
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) kembali perkasa pada perdagangan saham intraday di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/9/2023). Bahkan, harganya telah melesat 160% sepanjang September 2023.
Sebagaimana diketahui saham DOOH sempat anjlok hingga berada di level Rp 50 dalam dua bulan terakhir. Harga tersebut jauh di bawah IPO senilai Rp 100 per saham 8 Mei 2023.
Baca Juga
Zyrexindo (ZYRX) Teken Fasilitas Pinjaman Rp 376 Miliar dari Bank Mandiri
Dengan penguatan tersebut, maka saham DOOH kini telah melesat lebih dari 30% di atas harga IPO saham setelah menunggu hampi empat bulan.
Era Media Sejahtera merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sebagai agency company pada 2021. Pada 2022 memiliki posisi sebagai media aggregator dan media owner yang memiliki kerja sama pengelolaan aset media di berbagai lokasi di wilayah pulau Jawa. Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan berkolaborasi dengan pemilik media lainnya dan agency juga advertiser.
Baca Juga
Turun Lagi, Harga Emas Batangan Antam Rp 1,053 Juta per Gram
Perseroan telah memiliki hak pengelolaan media di berbagai lokasi di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki kerja sama untuk penempatan media iklan pada area publik market di antaranya PD Pasar Jaya dan Pusat Mode Tanah Abang. Selain itu perseroan memiliki kerja sama pengelolaan media di KRL Commuterline Jabodetabek, kereta api jarak jauh, dan Bus Damri.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, PT Prambanan bertindak sebagai pemegang saham utama dengan kepemilikan 79,69%. Sisanya dikuasai investor public sekitar 20% dan Faysal Deni Rahman sekitar 0,31%.
Baca Juga
Meski Cetak Rekor, Target Saham BNI (BBNI) Ternyata masih Tinggi
Terkait kinerja keuangan, Era Media Sejahtera ternyata mencatatkan lompatan dengan perolehan laba bersih periode berjalan Rp 3,91 miliar hingga semester I-2023, dibandingkan dengan rugi bersih periode berjalan periode sama tahun lalu Rp 4,54 miliar.
Raihan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pesat pendapatan perseroan menjadi Rp 73,55 miliar hingga Juni 2023, dibandingkan semester I-2022 senilai Rp 7,05 miliar.

