Fakta-fakta di Balik Penghentian Sementara Bansos Beras Jelang Pemilu 2024
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan beras pemerintah mulai hari ini, 8 Februari. Hal tersebut dilakukan guna menjaga kondusifitas Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan digelar pada 14 Februari 2024 di seluruh Indonesia.
"Ini komitmen kita bersama untuk memastikan Pemilu berlangsung secara tenang, baik, dan lancar," ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam keterangannya yang dikutip Jumat (9/2/2024).
Kendati demikian, penghentian penyaluran bansos beras pemerintah ini menimbulkan sejumlah polemik. Lantas apa sajakah fakta-fakta mengenai keputusan ini?
Arief menjelaskan bahwa penghentian sementara bansos pangan beras hingga 14 Februari mendatang merupakan atas perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia pun meminta maaf kepada seluruh warga yang menerima bantuan ini.
"Bapak Presiden menyampaikan jika masa tenang Pemilu seperti ini memang sebaiknya diberhentikan sementara terlebih dulu. Jadi Bapak presiden Joko Widodo menyampaikan hal tersebut saat penyaluran bantuan pangan di Jawa Tengah beberapa waktu lalu," terangnya.
Lebih lanjut, Arief juga menampik anggapan sebagian pihak yang menuding bahwa bantuan pangan ini politis. Ia menegaskan kalau bansos beras ini merupakan program yang sudah berjalan sejak lama, dan bukan dijalankan jelang Pemilu.
Baca Juga
Kritik Bansos sebagai Alat Politik, Ini Penjelasan Rektor Paramadina
"Saya harus sampaikan bahwa program bantuan pangan beras ini sebenarnya sudah disiapkan dan dikerjakan sudah cukup lama. Jadi bukan Januari Februari kemudian jelang Pemilu, tidak begitu. Dari sebelum sebelumnya memang sudah dikerjakan," ungkap Arief.
"Kita mau sampaikan bahwa tidak ada politisasi dalam bantuan pangan beras pemerintah ini kepada 22 juta keluarga penerima manfaat, sehingga nanti pada waktunya mencoblos memang tidak terkait antara bantuan pangan dengan Pemilu," tegasnya.
Kendati demikian, Arief menekankan, hanya program bantuan pangan beras saja yang dihentikan sementara jelang Pemilu tahun ini. Pasalnya, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan seperti biasanya guna memastikan ketersediaan stok beras secured di semua lini pasar.
“Saya sudah sampaikan ke Dirut Bulog untuk menghentikan sementara bantuan pangan beras kepada masyarakat dari tanggal 8 sampai 14 Februari, tetapi kegiatan-kegiatan lain untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan masih tetap dijalankan. Ini karena beras ini kebutuhannya dalam 1 bulan ada 2,6 juta ton yang diperlukan masyarakat Indonesia," paparnya
"Jadi hanya bantuan pangan yang dihentikan sementara, sedangkan beras SPHP tidak dihentikan. Pengiriman stok CBP (Cadangan Beras Pemerintah) ke Pasar Induk Beras Cipinang, ke pasar-pasar, ke ritel modern, ini tidak boleh berhenti,” tandas Arief.
Baca Juga
Masuki Masa Tenang Pemilu, Bansos Beras Dihentikan Sementara mulai Besok

