Net Buy Melesat Rp 849,84 Miliar, Asing Akhirnya Mulai Borong Saham BBCA dan BBRI
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 849,84 miliar, seiring dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/8/2025), sebanyak 72,54 poin (0,96%) menjadi 7.605. Rentang pergerakan 7.533-7.630 dengan nilai transaksi Rp 14,17 triliun.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 425,11 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 234,57 miliar, PT MD Entertaintment Tbk (FILM) senilai Rp 117,25 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencapai Rp 57,29 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 50,39 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 154,41 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 57,33 miliar, PT BumI Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 34,28 miliar, PT Sentul City Tbk (BKSL) Rp 28,83 miliar, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 23,90 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang pengautan dua saham big cap yang dikendalikan dua konglomereasi. Pertama, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 10,06% menjadi Rp 8.750 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat sebanyak 7,21% menjadi Rp 84.200. Sebaliknya tekanan datang dari saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) setelah jatuh sebanyak 10%.
Sektor utama penopang kenaikan indeks hari ini berasal dari saham sektor properti 2,58%, saham sektor transportasi 2,69%, keuangan 1,57%, sektor infrastruktur 0,97%, sektor konsumer primer 0,65%, sektor konsumer non primer 0,63%, sektor kesehatan 0,48%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan sektor teknologi.
Baca Juga
Ada Aturan Batas Maksimal Bunga Pindar, OJK: Berdampak Baik untuk Perkembangan Kinerja Industri
Di tengah lompatan indeks tersebut, empat saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) naik 34,62% menjadi Rp 105, PT PP Presisi Tbk (PPRE) naik 33,90% menjadi Rp 79, PT Berlina Tbk (BRNA) naik 24,63% menjadi Rp 835, dan PT Multopolar Technology Tbk (MLPT) naik 20% menjadi Rp 51.600. Penguatan juga melanda saham PT Arthavest Tbk (ARTA) sebanyak 24,49% menjadi Rp 3.660.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham NRCA melemah 15% menjadi Rp 850, PPRI melemah 14,97% menjadi Rp 250, SURE turun 14,94% menjadi Rp 3.700, MFIN melemah 10% menjadi Rp 585, DCII turun 10% menjadi Rp 252.975, dan CTBN melemah 9,70% menjadi Rp 6.050.
Baca Juga
Ekonomi Ditopang Konsumsi Kelas Menengah Atas, Pemerintah Diminta Dorong Daya Beli Semua Lapisan
Pekan lalu, IHSG ditutup turun tipis sebanyak 0,06% menjadi 7.533 sepanjang perdagangan 4-8 Agustus 2025. Dua saham dengan torehakan mengesankan tersebut adalah PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) dengan kenaikan mencapai 113% menjadi Rp 294 dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melesat sebanyak 100% menjadi Rp 1.600.
Penurunan indeks pekan lalu dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, khususnya kejatuhan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang dikendalikan Otto Toto Sugiri bersama koleganya. BEI mencatatkan sebanyak 292 saham mengalami penurunan, sebanyak 199 saham ditutup stagnan, dan 266 saham mengalami penguatan.

