Usai TikTok Akuisisi Tokopedia, GOTO Siapkan Buyback Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana menggelar pembelian kembali (buy back) saham, menyusul tuntasnya akuisisi 75,01% saham Tokopedia oleh TikTok.
Rencana tersebut disampaikan langsung Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo di Jakarta, Rabu (31/1/2024).
"Seiring dengan profitabilitas dan perbaikan arus kas GoTo ditambah tuntasnya transaksi Tokopedia oleh TikTok, kami akan menyusun ulang rencana penggunaan modal perseroan. Termasuk, rencana mengalokasikan sebagian dana tersebut untuk buy back. Aksi ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan regulator dan pemegang saham,” kata Patrick.
Baca Juga
Deal TikTok-Tokopedia Bernilai Rp 34 T Tuntas, Berikut Rincian Mekanismenya
Rencana buy back tersebut disampaikan bersamaan dengan pengumuman rampungnya investasi TikTok ke Tokopedia pada Rabu (31/1/2024) dengan nilai investasi lebih dari US$ 1,5 miliar atau Rp 23,25 triliun. Dalam aksi korporasi ini, bisnis Tokopedia dan TikTok Shop akan dilebur menjadi satu.
"Hari ini kami telah menyelesaikan transaksi kerjasama dengan TikTok, yang akan terus memberikan manfaat kepada Indonesia dan para pelaku UMKM. Ini juga merupakan langkah besar bagi Grup GoTo," ujar Patrick.
Signal Positif
Sementara itu, analis PT MNC Sekuritas Alif Ihsanario mengatakan, rencana buy back saham ini menjadi signal bahwa manajemen GOTO menganggap harga saham saat ini sudah tidak masuk akal, tidak mencerminkan kekuatan perseroan, dan prospek bisnis masa depan. Terutama setelah Tokopedia berpindah ke Tiktok.
"Strategi GOTO sebenarnya harus dicermati secara mendalam, karena bisa berdampak positif. Misalnya, GOTO akhirnya memiliki partner sebesar TikTok dan Bytedance untuk berkolaborasi dan monetisasi bisnis," ujarnya.
Selain itu, dia mengatakan, Tokopedia akan mendapatkan dana segar hingga US$ 1,5 miliar atau Rp 23,25 triliun. Dana tersebut bisa digunakan Tokopedia dalam percepatan profitabilitas maupun berkompetisi dengan e-commerce lainnya.
Baca Juga
Tiktok Berinvestasi di Tokopedia, Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham GOTO
"Sekilas memang porsi saham GOTO di Tokopedia turun menjadi 24,99% dan banyak yang mengaitkan dengan valuasi Tokopedia kemurahan. Tapi jangan lupa ada skema non-dilutive dalam transaksi ini. Kalau TikTok suntik modal bahkan lebih banyak dari sebelumnya, kepemilikan GOTO akan tetap 24,99%," ujarnya.
Menurut dia, skema non-dilutif ini dimasukkan, karena pasti memiliki tujuan pada masa depan. Misalnya ada rencana untuk injeksi modal lagi oleh TikTok ke Tokopedia di masa mendatang. "Ketika injeksi modal dilakukan lagi oleh TikTok, otomatis valuasi Tokopedia akan naik. Namun, kepemilikan GOTO akan tetap 24,99% meski tidak menyuntik modal yang sama," ujarnya.
Keuntungan berikutnya adalah GOTO terhindari dari risiko kompetisi yang ketat antar sesama e-commerce. Pasalnya, keuangan Tokopedia termasuk beban dan pendapatan, tak lagi terkonsolidasi di GOTO, melainkan di TikTok. Sementara itu, GOTO bakal menerima pendapatan rutin berupa komisi dari seluruh transaksi di platform.

