Usai Tiktok Kendalikan Tokopedia, Arus Kas dan Profitabilitas GOTO makin Kuat
JAKARTA, investortrust.id – Arus kas PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diprediksi makin kuat setelah TikTok menjadi pengendali Tokopedia dengan pembelian sebanyak 75,01% saham. Akuisisi tersebut berimbas terhadap masuknya dana besar ke dalam Tokopedia yang dapat digunakan untuk memenangkan kompetisi.
Manajemen GOTO sebelumnya telah menyampaikan keterbukaan informasi TikTok akan berinvestasi ke Tokopedia dengan mengakuisisi 75% saham. Sementara sisanya sebanyak 25% dimiliki GOTO. TikTok juga akan menjalin kemitraan ekslusif dengan Tokopedia untuk menggarap pasar dalam negeri.
Baca Juga
TikTok Akuisisi 75% Saham Tokopedia, Berikut Dampak Positif bagi GOTO
Total dana yang dikucurkan TikTok sebagai pemegang saham mayoritas Tokopedia mencapai US$ 1,5 miliar. Jika menggunakan asumsi kurs Rp 15.500, nilainya setara dengan Rp 23,2 triliun. Dana besar tersebut dinilai cukup untuk membuat Tokopedia mandiri dalam hal operasional.
Dengan demikian GOTO memiliki keleluasaan untuk berfokus pengembangan bisnis finansial (GoTo Finansial) dan on demand service (Gojek).
Tak hanya itu, efek keluarnya Tokopedia dari neraca keuangan GOTO akan membuat biaya operasional menjadi lebih ringan, terutama pada sisi biaya insentif, promosi dan pemasaran. Sementara GOTO tetap menerima pendapatan rutin (berulang) dari transaksi di platform hasil kolaborasi Tokopedia dan Tiktok Shop.
“Injeksi modal itu bisa semakin meningkatkan daya saing Tokopedia. Jika melihat tahun ini saja operasional Tokopedia membutuhkan Rp 2-3 triliun, maka nilai investasi tersebut bisa mencukupi keperluan operasional Tokopedia hingga 10, tahun tanpa mengurangi likuiditas GOTO. Ini masih dengan asumsi konservatif dan belum memperhitungkan besarnya sinergi yang substansial” kata analis Sinarmas Sekuritas Michael Filbery.
Baca Juga
Saat TikTok-Tokopedia Capai Kespekatan, Saham GOTO Terkoreksi 20%, Kok Bisa?
Selain dari sisi operasional, injeksi modal tersebut Tokopedia dinilai akan semakin kompetitif dalam mempertahankan posisinya sebagai market leader di pasar e-commerce domestik. Bahkan, tambahan modal tersebut sudah mampu mengamankan Tokopedia jika kompetisi memang mengharuskan bakar uang lagi.
Percepat Profitabilitas
Sementara itu bagi GOTO, kendati kehilangan status sebagai pemegang saham mayoritas, GOTO diuntungkan karena beban yang dimiliki Tokopedia tidak lagi ditanggung. Hal ini pada akhirnya mengantarkan perseroan ke profitabilitas.
“Dengan posisi kas setara kas terakhir Rp 24,6 triliun dan beban operasional Tokopedia sudah diamankan ditambah dengan kinerja on-demand, logistik dan fintech yang semakin efisien, maka pada posisi ini arus kas GOTO sangatlah ample” kata Michael.
Baca Juga
Trasformasi Digital Berhasil, Saham BRI (BBRI) Direkomendasikan Beli
Michael juga menilai kolaborasi TikTok dan Tokopedia akan benar-benar menggebrak pasar e-commerce lokal dan menjadikannya semakin sulit tersaingi. Apalagi kemampuan Bytedance dan TikTok dari sisi cash flow bukan kaleng-kaleng. Berdasarkan berbagai sumber kas dan setara kas Bytedance mencapai lebih dari USD20 miliar atau setara dengan Rp 310 triliun.
“Transaksi ini material bagi kedua belah pihak karena TikTok dapat memanfaatkan ekosistem GOTO secara keseluruhan tidak hanya dari Tokopedia karena e-commerce tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan on-demand, logistic dan fintech yang kuat serta bagi GOTO ini juga signifikan karena penghematan arus kas serta dampak profitabilitasnya besar” terang Michael.

