BEI Kembali Suspensi Saham Rockhfields Properti (ROCK)
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Rockhfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) mulai sesi I, Jumat (8/8/2025). Hal ini dipicu atas peningkatan harga kumulatif yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data BEI, saham ROCK telah melambung sebanyak 154,39% menjadi Rp 580 dalam sebulan terakhir. Adapun kenaikan year to date (ytd) mencapai 107%. Suspensi ini merupakan yang kedua kalinya dalam sepekan terakhir.
Baca Juga
Manajemen melalui public expose beberapa hari lalu menyebutkan bahwa perseroan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih mencapai 12% tahun ini. Presiden Komisaris dan Komisaris Independen ROCK, Faisal Rachman, mengatakan, pertumbuhan didukung sektor properti saat ini tengah berada pada titik balik untuk pulih setelah melewati tekanan dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami menganggap saat ini merupakan momentum untuk pengembangan. Kami melihat penurunan sektor properti yang dalam, paling tidak dimulai sejak tahun 2020 hingga awal 2025 ini sudah mencapai titik terendah dan saatnya rebound," jelasnya.
Lebih lanjut, dia menyebutkan, sikap optimistis perusahaan didorong oleh perubahan kebijakan pemerintah yang berdampak positif terhadap sektor properti, sehingga sektor properti terdorong oleh tren konsumsi di Indonesia.
Baca Juga
MSCI Rombak Daftar Agustus 2025, Saham DSSA, CUAN, dan PTRO Resmi Masuk
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pertumbuhan hunian yang dialami perusahaan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari dampak kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami mengapresiasi pertumbuhan hunian yang kami alami. Ini tidak terlepas dari upaya Presiden Prabowo Subianto yang telah membukukan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik. Dampaknya terasa langsung bagi kami, di mana banyak perusahaan baru datang ke Indonesia dan menjadikan gedung kami sebagai tempat mereka berusaha," bebernya.
Sedangkan hingga semester I-2025, ROCK membukukan laba bersih senilai Rp 11,5 miliar atau turun 38% dari periode yang sama tahun lalu Rp 18,4 miliar. Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 67,1 miliar atau naik 11% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 60,0 miliar.

