BEI Unsuspensi Saham KDTN dan ROCK, Penguatan Bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesaia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan dua saham mulai sesi I, Jumat (5/12/2025). Satu dari dua saham tersebut akan dibuka di papan pemantauan khusus (PPK).
Kedua saham tersebut terdiri atas PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK). Adapun saham KDTN dibuka di PPK dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
IHSG Bisa Lajutkan Penguatan Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin HUMI Menarik
Sebelumnya transaksi dua saham tersebut dihentikan sementara dipicu atas lompatan harga. Berdasarkan data BEI, saham KDTN melambung lebih dari 206% menjadi Rp 356 dalam sebulan sebelum dihentikan sementara pada 17 November 2025.
Begitu juga dengan saham ROCK telah melesat lebih dari 145% menjadi Rp 1.325 selama sebulan terakhir atau sebelum terkena suspense kemarin. Adapun sepanjang year to date (ytd), kenaikan harga saham tersebut telah elbih dari 373%.
Sementara itu, IHSG kemarin ditutup melambung sebanyak 28,41 poin (0,33%) menjadi 8.640 dengan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,70 triliun dibukukan pemodal asing. Net buy terbanyak disumbangkan crossing saham MORA Rp 1,87 triliun, UNTR Rp 149,19 miliar, dan ASII Rp 126,42 miliar.
Baca Juga
OJK Gunakan Big Data Analitik untuk Perkuat Pengawasan Transaksi di Pasar Modal
Penguatan didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor industri, konsumer primer, kesehatan, energi, dan properti. Sebaliknya penurunan meladna saham sektor material dasar, keuangan, dan konsumer non primer.
Di tengah pengautan tersebut sejumlah saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham IPOl, NATO, TRUE, TRON, dan BSBK dengan kenaikan lebih dari 34%. Sebaliknya ARA lebih dari 24% dicatatkan saham BUKK, TALF, PJAA, CITY, dan GOLF.

