IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,49%, AMMN Penopang Utama
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (7/8/2025), ditutup menguat sebanyak 37,02 poin (0,49%) menjadi 7.540,77. Rentang pergerkan 7.503-7.580 dengan nilai transaksi Rp 7,91 triliun. Kenaikan ini sejalan penguatan mayoritas bursa saham Asia.
Penyumbang utama kenaikan indeks datang dari saham sektor konsumer primer sebanyak 1,81%, sektor material dasar 1,22%, sektor industry 0,84%, sektor teknologi 0,55%, sektor kesehatan 0,24%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur, property, dan energi.
Baca Juga
Impor 250 Sapi Perah Australia, Estika Tata Tiara (BEEF) Ekspansi Bisnis Susu
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat, yaitu saham PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) sebanyak 32,53% menjadi Rp 110, PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) sebanyak 27,27% menjadi Rp 252, dan PT Shield On Service Tbk (SOSS) naik 25% menjadi Rp 525. Lompatan juga melanda saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) sebanyak 25% menjadi Rp 100
Kenaikan juga terjadi pada saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) naik 24,50% menjadi Rp 1.880, dan PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) naik 24,44% menjadi Rp 336. Sebaliknya penurunan melanda saham LUCK turun 14,71% menjadi Rp 87, JARR turun 10,07% menjadi Rp 625, AIMS melemah 9,60% menjadi Rp 320, MFIN turun 9,43% menjadi Rp 720, dan KARW melemah 9,40% menjadi Rp 675.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, konsumer non primer, transportasi, infrastruktur, property, keuangan, teknologi, dan energi.
Saham dengan kenaikan paling pesat, yaitu saham PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) naik 11,115 mmenjadi Rp 800, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melambung 9,57% menjadi Rp 8.300, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 14,10% menjadi Rp 1.715. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham LUCK, KIOS, dan RCCC.
Baca Juga
Survei BI Ungkap Penjualan Rumah Naik Tipis, tetapi Penjualan Seret
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 11,43 poin (0,15%) menjadi 7.504 dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 432,90 miliar. Net buy terbanyak disumbangkan ANTM Rp 233,59 miliar, BRMS Rp 173,59 miliar, dan FILM Rp 140,45 miliar.
Penurunan tersebut terjadi saat sektor material dasar naik 1,83%, sektor energi 1,29%, sektor industry 1,69%, sektor konsumer primer 1,48%, dan sektor property 0,37%. Penurunan disumbangkan saham sektor keuangan, konsumer non primer, konsumer primer, infrastruktur, dan teknologi.
Meski IHSG melemah, lima saham berhasil cetak ARA, yaitu SOLA naik 34,53% menjadi Rp 187, LUCK naik 34,21% menjadi Rp 102, FORU menguat sebanyak 25% menjadi Rp 1.525, COIN naik 24,79% menjadi Rp 1.510, dan CLAY melesat 24,89% menjadi Rp 1.380.

