IHSG Sesi I Ditutup Rebound 1,17%, Saham Prajogo hingga Big Bank Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (1/8/2025), ditutup melesat sebanyak 87,33 poin (1,17%) menjadi 7.571 dengan nilai transaksi Rp 6,73 triliun. Rentang pergerakan di zona hijau sepanjang sesi 7.484-7.579.
Penguatan indeks ditopang kenaikan dua saham emiten Prajogo dan big cap. Saham TPIA melesat 5,12% menjadi Rp 9.750, BRPT naik 4,56% menjadi Rp 2.750. Kenaikan juga melanda saham BBCA, BBRi, BMRI, dan BBNI. Saham big cap lainnya dengan penguatan kuat juga dicatat AMMN.
Baca Juga
Merry Riana (MERI) Akuisisi Aethra Learning, Perkuat Ekspansi Segmen Ini
Secara teknikal, kenaikan indeks didukung penguatan saham sektor infrastruktur 2,91%, sektor material dasar naik 2,91%, sektor property 1,08%, sektor teknologi 0,88%, dan sektor konsumer primer 0,91%. Penurunan melanda saham sektor kesehatan dan industry.
Di tengah lompatan IHSG tersebut, sejumlah saham ini melesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) naik 34,35% menjadi Rp 176. Saham PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) naik 31,65% menjadi Rp 104, PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) naik 29,51% menjadi Rp 79, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik 25,37% menjadi Rp 168, dan PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) menguat 20,66% menjadi Rp 146.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham berikut, yaitu saham KBLM melemah 14,57% menjadi Rp 340, OASA turun 12,94% menjadi Rp 148, RELI turun 10,42% menjadi Rp 645, CGAS melemah 10% menjadi Rp 117, dan BOAT anjlok 9,76% menjadi Rp 111.
Kemarin, IHSG kembali melemah sebanyak 65,55 poin (0,87%) menjadi 7.484,34 dengan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 1,26 triliun oleh investor asing, terbanyak BBCA Rp 975,47 miliar, BMRI Rp 356,51 miliar, dan ANTM Rp 193,03 miliar.
Baca Juga
Trump Menandatangani Perintah Tarif Baru, Pasar Kripto Bersiap Hadapi Dampaknya
Penurunan tersebut dipicu kejatuhan saham sektor infrastruktur jatuh 3%, sektor material dasar turun 2,52%, sektor keuangan melemah 1,26%, sektor energi 1,03%, sektor transportasi 2,09%, dan sektor property 0,37%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor konsumer primer, kesehatan, dan konsumer non primer.
Meski ditutup anjlok, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BRRC naik 34,48% menjadi Rp 78, CGAS naik 34,02% menjadi Rp 130, BUVA naik 34,02% menjadi Rp 260, dan KUAS naik 33,33% menjadi Rp 68. Saham lainnya dengan penguatan pesat adalah SCNP sebanyak 19,51% menjadi Rp 196 dan PTSN naik 18,33% menjadi Rp 284.

