IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Naik 0,20%, Dua Saham Prajogo Ini Menjadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (22/7/2025), ditutup lanjutkan penguatan sebanyak 15,12 poin (0,20%) menjadi 7.413. Pergerakan indeks dalam rentang 7.398-7.457 dengan nilai transaksi Rp 9,45 triliun.
Kenaikan tersebut didukung penguatan dua saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak sebanyak 24,69% menjadi Rp 1.515. Kenaikan ARA selama Sembilan hari ini menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini melambung menjadi Rp 189,11 triliun mengejar PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 191 triliun. Kenaikan juga ditopang penguatan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), emiten market cap terbesar di bursa,
Baca Juga
Saham Aspirasi Hidup (ACES) Tetap Menarik Terdorong Langkah Ini
Berdasarkan sektor saham, hanya tiga sektor yang berhasil torehkan penguatan, di antaranya sektor infrastruktur naik 2,82%, sektor teknologi naik 0,72%, dan sektor energi menguat 0,58%. Sebaliknya sisanya mengalami penurunan dipimpin sektor konsumer primer, keuangan, konsumer non primer, dan material dasar.
Hingga sesi I, dua saham ditutup melesat hingga ARA, yaitu PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) naik 24,82% menjadi Rp 880 dan CDIA menguat 24,69% menjadi Rp 1.515. Meski tak ARA, saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) melesat 23,93% menjadi Rp 1.890, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 15,44% menjadi Rp 314, dan PT Arthavest Tbk (ARTA) menguat 12,63% menjadi Rp 3.300.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam pagi ini, yaitu saham MERI meelmah 14,94% menjadi Rp 410 atau mengalami auto reject bawah (ARB) dalam dua hari beruntun. Saham CSMI turun 14,06% menjadi Rp 428, PGUN melemah 14,08% menjadi Rp 610, KONI anjlok 12,75% menjadi rp 1.300, dan PSAT melemah 10,50% menjadi Rp 1.960.
IHSG kemarin ditutup melesat 86,27 poin (1,18%) ke tertinggi baru tahun ini level 7.398 dengan penjualan bersih saham oleh investor asing mencapai Rp 180,30 miliar Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 233,58 miliar, BMRI Rp 190,48 miliar, dan SSIA senilai 119,18 miliar.
Baca Juga
Penopang utama penguatan indeks datang dari kenaikan saham sektor teknologi sebanyak 6,75%, sektor infrastruktur 4,60%, sektor material dasar 2,79%, sektor industry 1,66%, sektor property 1,45%, sektor transportasi 1,38%, dan sektor konsumer primer 0,59%. Satu-satunya sektor saham dengan penurunan adalah keuangan 0,12%.
Sejumlah saham juga cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BWPT naik 34,57% menjadi Rp 109, RELI naik 24,78% menjadi Rp 705, dan KETR naik 24,75% menjadi Rp 252. CDIA naik 24,62% menjadi Rp 1.215, COIN naik 24,58% menjadi Rp 735, PGUN melesat sebanyak 24,56% menjadi Rp 710, dan NRCA kembali melesat 24,54% menjadi Rp 1.015.
Adapun saham penopang utama kenaikan indeks datang dari penguatan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), emiten yang dikendalikan Toto Sugiri ini, berhasil melesat 17,94% menjadi Rp 288.950, sehingga market cap menjadi Rp 688,56 triliun. Kenaikan juga didukung saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebanyak 10,42% menjadi Rp 15.625.

