Kompak Listing Usai Libur Lebaran, Ini Rencana Penggunaan Dana IPO MHKI dan ATLA
JAKARTA, investortrust.id – Dua perusahaan dijadwalkan melakukan pencatatan saham perdana (listing) di usai libur panjang Lebaran di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/4/2024).
Emiten pendatang baru tersebut yaitu, PT Multi Hanna Kreasindo Tbk yang akan tercatat dengan kode saham MHKI dan PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk dengan kode ATLA.
Sebelum listing, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan keduanya sebagai efek syariah di pasar modal.
Bagi pelaku pasar yang terlewat membeli dua efek tersebut di pasar perdana, peluangnya kini ada di pasar sekunder.
Baca Juga
Namun, perlu memahami dulu bisnis yang digeluti dua Perusahaan, serta peruntukan dana initial public offering (IPO), sebelum memutuskan mengakumulasi saham-saham tadi setelah listing.
PT Multi Hanna Kreasindo Tbk, merupakan perusahaan pengolahan limbah, yang dalam hajatan IPO ini menetapkan harga penawaran umum saham perdana Rp 160 per saham. Perseroan akan mencatatkan sebanyak 750 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
Berdasarkan prospektus yang dikutip, Minggu (14/4/2024), jumlah saham baru yang dicatatkan tersebut, mewakili 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah IPO.
“Jumlah seluruh nilai penawaran umum ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp 120 miliar,” demikian diungkap Perseroan dalam prospektus IPO.
Baca Juga
H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Kembali Tembus 1 Juta
Aksi korporasi ini dibantu oleh PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. NH Korindo menyampaikan komitmen kesanggupan penuh (full commitment) terhadap seluruh saham yang ditawarkan dalam penawaran umum Perseroan.
Rencananya, dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal sebesar 78,33% dari hasil IPO. Belanja modal tersebut terutama untuk pembangunan pabrik baru di Lamongan dan pembelian kendaraan sebanyak 9 unit.
Kendaraan ini digunakan untuk menunjang kinerja Perseroan dalam sektor pengangkutan dan operasioan Perseroan.
Sementara itu, PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk, merupakan perusahaan yang bergerak dalam layanan survei untuk sektor energi.
Melalui IPO, Perseroan mencatatkan sebanyak 1,2 miliar lembar saham atau mewakili 19,36%, dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan pasca IPO dengan nilai nominal Rp 8.
Adapun harga perdana saham ATLA sebagaimana harga pelaksanaan IPO yaitu Rp 100 per saham, Dengan harga pelaksanaan IPO tersebut Perseroan dapat meraup dana sebesar Rp 120 miliar.
Perseroan dibantu oleh PT Artha Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi efek, dengan komitmen kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang ditawarkan dan tidak dipesan dalam penawaran umum perdana saham Perseroan.
Terkait rencana penggunaan dana, seluruhnya setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan digunakan oleh Perseroan dengan mengalokasikan sebanyak 43,52% untuk pembelian peralatan guna menunjang kegiatan operasional Perseroan.
“Perseroan akan membeli peralatan tersebut dari PT Geosat Survei Indonesia. PT Geosat Survei Indonesia merupakan pihak yang tidak berafiliasi dengan Perseroan,” demikian dikutip dari Prospektus Perseroan.
Sedangkan sisanya akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja seperti biaya instalasi peralatan (biaya sewa peralatan, biaya dukungan teknis, pekerjaan pengawasan dan supervisi teknis), biaya tenaga ahli, biaya penelitian dan survei, biaya perlengkapan survei, biaya transportasi dan akomodasi, biaya pemeliharaan, biaya sewa, gaji karyawan dan lain-lain.

