Beda Nasib Listing Perdana: Saham ATLA Sentuh ARA, MHKI Anjlok 10%
JAKARTA, investortrust.id – PT Multi Hanna Kreasindo Tbk dan PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk melakukan pencatatan saham perdana (listing) di usai libur panjang Lebaran di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/4/2024).
PT Multi Hanna Kreasindo Tbk yang tercatat dengan kode saham MHKI mengalami penurunan harga sebesar 10% ke level Rp 144 dari harga perdana Rp 160 per saham.
Sedangkan PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk tercatat dengan kode ATLA memulai debutnya di lantai bursa saham dengan menyentuh Auto Rejection Atas (ARA), menguat 35% ke level Rp 135 per saham dari harga perdana Rp 100 per saham.
PT Multi Hanna Kreasindo Tbk, merupakan perusahaan pengolahan limbah, yang dalam hajatan IPO ini mencatatkan sebanyak 750 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
Baca Juga
Kompak Listing Usai Libur Lebaran, Ini Rencana Penggunaan Dana IPO MHKI dan ATLA
Berdasarkan prospektus yang dikutip, Selasa (16/4/2024), jumlah saham baru yang dicatatkan tersebut, mewakili 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah IPO.
“Jumlah seluruh nilai penawaran umum ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp 120 miliar,” demikian diungkap Perseroan dalam prospektus IPO.
Aksi korporasi ini dibantu oleh PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. NH Korindo menyampaikan komitmen kesanggupan penuh (full commitment) terhadap seluruh saham yang ditawarkan dalam penawaran umum Perseroan.
Direktur Utama Shahabuddin MHKI menyampaikan, seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat kinerja bisnis Perseroan, yaitu untuk belanja modal (capex) Perseroan sebesar 97,9%.
“Rinciannya, sebesar 60,32% untuk memenuhi kebutuhan capex terkait rencana pembangunan pabrik di Lamongan, Jawa Timur, sedangkan sebesar 39,68% untuk capex di Head Office MHKI,” urai Shahabuddin dalam keterangan resminya.
Baca Juga
Sementara itu, sisa dana hasil IPO sebesar 2,1% akan dimanfaatkan sebagai modal kerja (working capital) MHKI, yaitu berupa penambahan persediaan bahan baku dan biaya operasional. Adapun keperluan ini dibutuhkan oleh PT Multi Hanna Kreasindo Tbk untuk mendukung kenaikan penjualan produk Perseroan.
Sementara itu, PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk, merupakan perusahaan yang bergerak dalam layanan survei untuk sektor energi.
Melalui IPO, Perseroan mencatatkan sebanyak 1,2 miliar lembar saham atau mewakili 19,36%, dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan pasca IPO dengan nilai nominal Rp 8.
Dengan harga pelaksanaan IPO Rp 100 per sahaam Perseroan berhasil meraup dana sebesar Rp 120 miliar.
Perseroan dibantu oleh PT Artha Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi efek, dengan komitmen kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang ditawarkan dan tidak dipesan dalam penawaran umum perdana saham Perseroan.
Direktur Utama ATLA Yophi Kurniawan Iswanto menyampaikan, Perseroan melakukan corporate action melalui IPO dengan tujuan untuk mendukung sumber pendanaan Perseroan, dalam memenuhi kebutuhan modal kerja yang diperlukan dalam pelaksanaan kontrak – kontrak yang sudah didapatkan.
Selain itu, dana IPO juga digunakan untuk menambah peralatan Perseroan untuk menunjang proyek Perseroan yang selama ini sebagian besar masih disewa dari pihak ketiga.
“Hal ini akan membuat Perseroan memiliki daya saing yang relatif lebih baik dan dapat menghadapi potensi serta tantangan ke depannya,” kata dia.
Selain itu, tujuan Perseroan melakukan IPO juga guna untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Perseroan agar Perseroan memiliki Good Corporate Governance (GCG) yang baik.
“Dengan adanya dana IPO maka Perseroan akan memiliki neraca (balance sheet) yang lebih kuat sehingga dapat memperoleh kontrak-kontrak baru yang lebih besar. Dengan demikian ke depannya Perseroan akan lebih dapat berkembang dan meningkatkan pendapatan Perseroan. Pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan profit Perseroan dan meningkatkan kemampuan pendanaan dari kas Perseroan untuk menghadapi tantangan ekspansi di masa depan. Selain itu dengan diperolehnya dana hasil IPO, Perseroan akan memiliki struktur permodalan yang semakin sehat,” pungkasnya.

