IHSG Akhirnya Ditutup hanya Naik 0,94% Usai Saham SMMA Berbalik Turun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/7/2025), ditutup naik 71,27 poin (0,94%) menjadi 7.614,77. Pergerakan indeks dalam rentang 7.543-7669 dengan nilai transaksi Rp 11,89 triliun. Level penutupan tersebut lebih rendah, dibandingkan penutupan sesi I sebanyak 102,9 poin (1,36%) menjadi 7.646,40.
Penutupan yang lebih rendah tersebut akibat harga saham PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) berbalik turun menjadi 5,29% menjadi Rp 21.500, dibandingkan penutupan sesi I cetak auto reject atas (ARA) sebanyak 19,93% menjadi Rp 27.225.
Baca Juga
Kenaikan Berlanjut, Cimory (CMRY) Torehkan Laba Segini di Semester I
Penguatan tersebut ditopang kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor infrastruktur naik 2,61%, energi naik 2,26%, sektor energi 1,36%, sektor konsumer primer 1,32%, sektor property 1,12%, dan sektor keuangan 0,28%. Sebaliknya penurunan saham sektor kesehatan 0,17%.
Di tengah penguatan indeks sejumlah saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk (AMIN) naik 34,62% menjadi Rp 210 dan PT Xolare RCR Energy TbK (SOLA) naik 34,51% menjadi Rp 152.
ARA juga melanda saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) sebanyak 24,86% menjadi Rp 1.155, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menguat 24,71% menjadi Rp 1.085, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 24,59% menjadi Rp 1.140.
ARA juga melanda saham PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) sebanyak 19,93% menjadi Rp 27.225. Meski tidak ARA, saham emiten portofolio Happy Hapsoro ini, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUCA) mencatatkan kenaikan sebanyak 21,05% menjadi Rp 161.
Baca Juga
Ada Tarif Impor AS, Kemenperin Bakal Terbitkan Reformasi TKDN
ARB juga melanda saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) sebanyak 24,86% menjadi Rp 1.155, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menguat 24,71% menjadi Rp 1.085, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 24,59% menjadi Rp 1.140.
Pekan lalu, IHSG ditutp melesat sebanyak 231,58 poin (3,17%) menjadi 7.543,50. Kenaikan tersebut didukung penguatan pusat saham-saham big cap, yaitu saham DCII melesat 41,52% menjadi Rp 346.725, SMMA naik 43,9% menjadi Rp 22.700, CDIA menguat 70,7% menjadi Rp 1.665, BRPT naik 9,73% menjadi Rp 2.480, dan ASII naik 5,26% menjadi Rp 5.000.
Sedangkan kenaikan indeks dari sisi sectoral ditopang penguatan sektor teknologi sebanyak 14,41%, sektor infrastruktur sebanyak 7,20%, dan sektor industry 6,20%. Sebaliaknya penurunan hanya melanda saham sektor energi 0,45% dan sektor transportasi sebanyak 0,02%.
