Harga Bitcoin Melonjak Seiring AS - Uni Eropa Umumkan Perjanjian Dagang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin melonjak setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan kerangka kerja perjanjian perdagangan AS-Uni Eropa yang penting, yang bertujuan untuk mengurangi hambatan ekonomi.
Perjanjian ini mencakup investasi dan komitmen yang signifikan, yang berdampak positif terhadap Bitcoin dan memperluas selera risiko di pasar keuangan, sekaligus menghindari usulan tarif yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Donald Trump dan Ursula von der Leyen memimpin negosiasi, dengan fokus pada penurunan hambatan perdagangan. Hasilnya adalah investasi UE sebesar US$ 600 miliar dan komitmen pembelian energi AS sebesar US$ 750 miliar, di samping pengurangan tarif.
Kerangka kerja ini bertujuan untuk menstabilkan transaksi transatlantik dengan tarif terpadu sebesar 15% untuk barang-barang UE yang masuk ke AS. Penjualan senjata AS tambahan juga termasuk dalam perjanjian ini, yang menandai tonggak sejarah ekonomi.
Baca Juga
Bitcoin Bangkit dari Koreksi, Analis Perkirakan Lonjakan ke US$ 124.000
Bitcoin melonjak ke US$ 120.000, didorong oleh tarif nasional yang lebih rendah dan peningkatan sentimen positif. Meskipun dampak Ethereum terbatas pada saat ini, selera risiko secara keseluruhan di pasar kripto meningkat pesat.
Pasar keuangan merespons positif dengan peningkatan indeks ekuitas, yang menunjukkan berkurangnya risiko perdagangan. Para ahli menyoroti potensi manfaat ekonomi, yang meningkatkan kepercayaan terhadap prospek perdagangan global. "Ini menghilangkan peristiwa 'risiko ekor' negatif baik untuk ekuitas," kata Kepala Riset di Fundstrat Global Advisors Thomas Lee melansir Coinmarketcap, Senin (28/7/2025).
Adapun perjanjian ini mencerminkan pakta AS - Jepang 2025, yang juga menyebabkan reli pasar. Preseden historis menunjukkan sensitivitas Bitcoin terhadap stabilitas perdagangan, seperti yang ditunjukkan sebagai reaksi terhadap ancaman ekonomi makro yang baru berkurang.
Berdasarkan tren data historis, hubungan semacam itu cenderung memfasilitasi peningkatan pasar lebih lanjut dan ekspansi mata uang kripto. Pemantauan dan analisis yang berkelanjutan akan menghasilkan hasil yang lebih luas bagi lanskap kripto.
Baca Juga
Menilik data Coinmarketcap, harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dalam sepekan terakhir dan diperdagangkan di level US$ 119.352 awal pekan ini (28/7/2025). BTC mencatat kenaikan 0,6% dalam tujuh hari terakhir, dengan kapitalisasi pasar menembus USD 2,37 triliun atau naik 0,9%.
Volume perdagangan harian Bitcoin juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 17,72% menjadi US$ 56,28 miliar. Sementara itu, rasio volume terhadap kapitalisasi pasar tercatat sebesar 2,32%.
Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,89 juta BTC dari total maksimum pasokan 21 juta BTC. Harga BTC sempat menyentuh titik terendah mingguan di bawah US$ 115.000 pada 25–26 Juli, namun kembali rebound dan stabil mendekati area US$ 119.000 menjelang akhir pekan. Tren ini mencerminkan peningkatan sentimen positif investor menjelang rilis data ekonomi utama dan kebijakan suku bunga The Fed pekan ini.
Sementara itu, melansir BeInCrypto, Senin (28/7/2025), di bawah perjanjian tersebut, Uni Eropa akan membeli energi dari AS senilai US$ 750 miliar, menginvestasikan US$ 600 miliar ke dalam perekonomian AS, serta membeli peralatan militer buatan AS dengan nilai ratusan miliar dolar.
Sebagai imbalannya, kedua belah pihak sepakat untuk menerapkan tarif tunggal sebesar 15% untuk semua barang yang diperdagangkan antara AS dan Uni Eropa, menggantikan skema tarif yang sebelumnya terfragmentasi dan rumit.
Presiden Trump menyatakan bahwa perjanjian ini akan menghapus semua tarif atas produk Amerika yang masuk ke pasar Uni Eropa. “Kesepakatan ini adalah yang terbesar yang pernah saya buat. Tapi ini baru permulaan,” katanya, dalam konferensi pers di Gedung Putih, belum lama ini.
Langkah ini menandai pembalikan dramatis dari ketegangan dagang yang selama bertahun-tahun mewarnai hubungan antara AS dan Uni Eropa. Penghapusan hambatan perdagangan ini langsung memicu reaksi positif di pasar keuangan global.
Kepala Riset Fundstrat Global Advisors Thomas Lee menyebut, kesepakatan ini sebagai penghapusan risiko utama (tail risk) bagi pasar. “Ini menghilangkan satu ‘tail risk’ besar, positif untuk pasar saham,” tulisnya melalui akun X (Twitter).
Meskipun Bitcoin secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai dalam situasi ketidakpastian, dalam struktur pasar saat ini yang semakin didominasi institusi, sentimen risiko yang membaik juga bisa mendorong permintaan terhadap aset kripto.
Para analis mencatat, integrasi Bitcoin dalam portofolio institusional menyebabkan respons yang semakin terhubung dengan faktor makro global. Pengurangan ketegangan geopolitik dan pergeseran tarif global dinilai sebagai sinyal positif bagi pasar aset berisiko, termasuk kripto.
“Dalam struktur pasar hybrid saat ini, Bitcoin bisa diuntungkan saat selera risiko kembali menguat,” tulis laporan mingguan dari MacroHive.
Selain kesepakatan dengan Uni Eropa, pemerintah AS juga mengumumkan penyesuaian tarif untuk negara-negara lain. Tarif baru akan diberlakukan terhadap Kanada 35%, Meksiko 30%, dan Brasil 50%.
Sementara itu, tarif atas produk impor dari China akan diperpanjang selama 90 hari ke depan, sebelum keputusan final dibuat. Langkah ini diperkirakan akan mempengaruhi arus modal global dan dinamika kekuatan dolar AS.
Beberapa analis menyebut bahwa pergeseran ini dapat menciptakan peluang strategis bagi investor kripto di tengah ketidakpastian makro global yang selama ini membayangi pasar.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, menyebut kesepakatan ini sebagai tonggak bersejarah. “Presiden Trump baru saja membuka salah satu ekonomi terbesar dunia. Uni Eropa akan membuka pasar senilai US$ 20 triliun,” ujarnya.
Analisa kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

