Saham BRPT dan TPIA Cetak Penguatan di Tengah Suspensi BREN dan CUAN
JAKARTA, investortrust.id – Saham kedua emiten Prajogo Pangestu ini, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), kompak melesat saat transaksi saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan saham BEI Jumat (10/11/2023), lompatan harga tertinggi dicatatkan saham BRPT dengan kenaikan Rp 105 (9,81%) menjadi Rp 1.175. Bahkan, saham ini sempat mencapai level tertinggi intraday Rp 1.280. Nilai transaksi saham BRPT juga tertinggi sepanjang hari ini.
Baca Juga
IHSG Jelang Akhir Pekan Terkoreksi 28 Poin, Saham SOTS, COAL, dan PURI Melesat
Sedangkan saham TPIA ditutup naik Rp 40 (1,35%) menjadi Rp 3.000. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 2.970- 3.210. Begitu juga dengan nilai transaksi saham ini melesat menempati top 10 sepanjang hari ini.
Sementara itu, BEI menghentikan sementara perdagangan saham BREN dan CUAN, seiring lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir. Suspensi saham BREN merupakan yang pertama sejak listing perdana 9 Oktober 2023. Sedangkan suspensi saham BREN merupakan yang ketiga sejak listing perdana 8 Maret 2023.
Baca Juga
Prajogo Pangestu dari Sopir Angkot hingga Lompatan Kekayaan Jadi US$ 20,2 Miliar
Berdasarkan data harga saham CUAN telah melesat sebanyak 172% dari harga terakhir saat suspensi kedua pada 23 Agustus 2023 level Rp 2.570 menjadi Rp 7.000 pada penutupan perdagangan saham kemarin. Sedangkan terhitung sejak listing perdana, saham CUAN telah melambung lebih dari 30 kali lipat.
Begitu juga dengan saham BREN telah menguat sebanyak sebanyak 569,87% hingga menjadikan market cap BREN terbesar ketiga di Indonesia terhitung sejak listing perdana 10 Oktober hingga penutupan perdagangan kemarin.
