IHSG Sesi I Rebound 56 Poin, Empat Saham ARA Dipimpin Emiten Grup Salim Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (23/7/2025), ditutup melesat sebanyak 56,35 poin (0,77%) menjadi 7.401. Laju pergerakan sepanjang sesi dalam rentang 7.344-7.430 dengan nilai transaksi Rp 7,48 triliun dengan penguatan terpesat dicatatkan dua saham emiten yang teraffiliasi dengan grup Salim ini.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 3,42%, sektor industry 1,77%, konsumer primer 0,90%, sektor material dasar 0,37%, sektor energi 0,28%, dan sektor konsumer non primer 0,32%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan.
Baca Juga
Indonesia dan AS Akan Berunding Lagi Mengenai Aturan Asal Barang
Sedangkan saham penyumbang utama kenaikan ini datang dari emiten Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) emiten dengan market cap terbesar keempat di BEI, setelah naik 9,03% menjadi Rp 315.050. Sedangkan saham emiten Prajogo Pangestu mencatatkan penurunan harga hari ini, seperti BREN, BRPT, CUAN, dan PTRO justru ditutup melemah.
Penguatan juga didukung kenaikan harga empat saham hingga auto reject atas (ARA) berikut, yaitu saham PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) naik 34,13% menjadi Rp 224, saham emiten grup Salim PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) naik 34,04% menjadi Rp 252, PT Argo Pantes Tbk (ARGO) naik 25% menjadi Rp 1.550, dan saham emiten grup Salim PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) naik 25% menjadiR p 1.100. Meski tak ARA, saham PT Arthavest Tbk (ARTA) melambung 22,32% menjadi Rp 4.000.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam sesi I, yaitu saham MERI kembali ARB tiga hari beruntun dengan penurunan hari ini 14,63% menjadi Rp 350, CSMI melemah 7,49% menjadi Rp 420, MTWI melemah 7,32% menjadi Rp 304, ALDO turun 6,67% menjadi Rp 6,67%, BWPT melemah 6,25% menjadi Rp 90, dan DATA melemah 6,04% menjadi Rp 1.710.
Kemarin, IHSG melemah sebanyak 53,45 poin (0,72%) menjadi 7.344,74. Pelemahan ini merupakan yang pertama setelah 11 hari menguat 7,76% terhitung sejak 7 Juli 2025 hingga kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 561,75 miliar.
Baca Juga
Penurunan tersebut juga dipicu penurunan dalam saham-saham big cap yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti TPIA anjlok 5,36% menjadi Rp 8.825, BRPT melemah 7,95% menjadi Rp 2.200, dan BREN turun 0,32% menjadi Rp 7.875, ANTM anjlok 7,21% menjadi Rp 2.960, AMMN turun 1,24% menjadi Rp 7.950, dan PANI melemah 3,52% menjadi Rp 15.075
Sebaliknya saham yang menjadi penahan indeks dari kejatuhan lebih dalah adalah saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang dikendalikan Prajogo Pangestu ditutup naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak sebanyak 24,69% menjadi Rp 1.515. Kenaikan ARA selama Sembilan hari ini menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini melambung menjadi Rp 189,11 triliun.
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) sebanyak 34,09% menjadi Rp 236 dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) ARA dengan kenaikan 24,82% menjadi Rp 880. Kenaikan pesat juga melanda saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) melesat 19,34% menjadi Rp 1.820 dan PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) sebanyak 16,67% menjadi Rp 980.

