Net Buy Berlanjut Rp 217,87 Miliar, Asing kembali Borong Saham Bank BUMN Ini
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 217,87 miliar sejalan dengan peningkatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/7/2025), sebanyak 24,9 poin (0,34%) menjadi 7.311, bahkan intraday sesi I sempat menyentuh 7.401.
Net buy terbesar melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 275,77 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 127,24 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 88,44 miliar, dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) Rp 76,54 miliar, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 75,83 miliar.
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 218,02 miliar, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Rp 95,11 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 51,64 miliar, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) Rp 36,61 miliar, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 32,47 miliar.
Baca Juga
Penguatan tersebut terdorong kenaikan saham sektor teknologi 4,55%, sektor infrastruktur 3,23%, sektor kesehatan 1,39%, sektor material dasar 0,87%, sektor industry 0,52%, dan sektor energi 0,33%. Sisanya konsumer non primer, keuangan, property, dan transportasi melemah.
Kenaikan juga terbantu penguatan saham emiten yang dikendalikan Prjogo Pangestu, yaitu BREN, CDIA, dan BRPT. Begitu juga dengan saham DCII yang dikendalikan Otto Toto Sugiri bersama tiga pemegang saham lainnya ikut menopang penguatan tersebut. Sebagaimana diketahui empat saham tersebut memiliki kapitalisasi pasar besar, bahkan BREN kini menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di bursa Rp 1.070 triliun menyalip BBCA bernilai Rp 1.038 triliun.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini cetak penguatan hingga ARA, yaitu saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ditutup melesat ARA dengan kenaikan 25% menjadi Rp 975 dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melesat 24,47% menjadi Rp 590.
Baca Juga
Saham CDIA dan COIN kembali ARA hingga 7 Hari Beruntun, Suspensi dan FCA Menanti?
ARA juga melanda saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) sebanyak 34,67% menjadi Rp 268, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik 25% menjadi Rp 390, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) naik 24,86% menjadi Rp 1.155, dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) naik 24,45% menjadi Rp 565. Meski tak ARA, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga melesat 22,73% menjadi Rp 2.700.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PEGE anjlok 14,48% menjadi Rp 124, CSMI turun 12,69% menjadi Rp 585, BLOG turun 10,56% menjadi Rp 720, EDGE melemah 10,34% menjadi Rp 4.640, dan FITT turun 9,77% menjadi Rp 240.
Kemarin, IHSG cetak lompatan sebanyak 95 poin (1,32%) menjadi 7.287 dengan nilai transaksi Rp 12,16 triliun. investor asing akhirnya berbalik merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 636,31 miliar, yaitu BMRI Rp 183,03 miliar, BBRI Rp 159 miliar, dan TLKM Rp 139,89 miliar.

