Net Buy Berlanjut Rp 591 Miliar, Investor Asing Agresif Borong Saham Bank Ini
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 591,08 miliar, seiring dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/1/2025), sebanyak 74,42 poin (0,84%) ke level tertinggi baru seapanjang masa 8.933.
Aksi borong saham oleh pemodal asing selama beberapa hari ini berimbas terhadap total net buy saham menapai Rp 1,69 triliun dalam tiga hari perdagangan di tahun 2026 ini. Terbanyak net buy hari ini melanda saham RAJA Rp 326,83 miliar, BBCA Rp 269,07 miliar, BBRI Rp 258,18 miliar, PTRO Rp 249,63 miliar, dan DEWA Rp 194,68 miliar.
Baca Juga
Pinago Utama (PNGO) Bagikan Dividen Interim Rp 70,31 Miliar, Nilai per Saham Segini
Terkait penguatan indeks hari ini ditopang kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 3,35%, sektor industry 2,14%, sektor energi 1,62%,sektor teknologi 1,57%, sektor property 1,34%, dan sektor keuangan 0,66%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor transportasi 0,89%.
Lompatan indeks juga didukung penguatan sejumlah saham big cap, seperti saham MLPT, AMMN, PTRO, RAJA, PGUN, MDKA, TKIM, SUPA, hingga MDKA. Kenaikan juga ditopang saham ADMR hingga MORA.
Sedangkan sejumlah saham dengan kenaikan terpesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham INPC menguat 34,43% menjadi Rp 246, BIPI naik 34,74% menjadi Rp 256, ECII naik 34,74% menjadi Rp 256, dan GSMF menguat 34,51% menjadi Rp 152.
Baca Juga
Harga Nikel Sentuh Level Tertinggi 9 Bulan, Saham Emiten Nikel bakal Lanjut Reli?
ARA juga melanda saham BBSS sebanyak 25% menjadi Rp 625 dan NICL sebanyak 24,75% menjadi Rp 1.840. Meski tak ARA, saham ini melesat PADI sebanyak 25,33% menjadi Rp 188, OPMS sebanyak 24,38% menjadi Rp 199, dan TRUE menguat 22,70% menjadi Rp 400.
Kemarin, IHSG ditutup melonjak sebanyak 111,06 poin (1,27%) ke level tertinggi baru (all time high/ATH) 8.859 dengan net buy terbanyak melanda saham ANTM senilai Rp 154,13 miliar, BBCA senilai Rp 124,47 miliar, BRMS senilai Rp 110,62 miliar.
Lompatan IHSG tersebut ditopang penguatan hampir seluruh sektor saham saham, seperti sektor material dasar naik 2,62%, sektor energi 2,31%, sektor transportasi 2,02%, sektor konsumer primer 1,66%, sektor kesehatan 1,62%, dan sektor keuangan 1,42%. Sebaliknya penurunan tipis melanda sektor teknologi 0,07%.

