Net Buy Berlanjut Rp 885 Miliar, Asing makin Agresif Borong Saham Bank Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 885,61 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/2/2024), ditutup berbalik melemah 6,24 poin (0,09%) menjadi 7.201.70.
Net buy terbanyak melanda lima saham ini, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 543,63 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 194,30 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 103,48 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 70,61 miliar, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 36,54 miliar.
Baca Juga
OJK Wanti-wanti Jangan Mudah Percaya Tawaran Investasi yang Libatkan Pejabat
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 59,29 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 31,63 miliar, PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) Rp 31,07 miliar, PT MD Pictures Tbk (FILM) Rp 28,55 miliar, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp 23,12 miliar.
Terkait penurunan indeks hari ini dipicu atas koreksi saham sektor tranportasi 1,56%, sektor keuangan 1,30%, sektor energi 1,01%, sektor properti 0,92%, dan sektor konsumer non primer 0,38%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor kesehatan 1,48%, sektor infrastruktur 0,09%, dan sektor konsumer primer 0,01%.
Meski IHSG melemah tipis, lima saham ini torehkan lompatan harga, seperti saham PT Charle Hospital Semarang Tbk (RSCH) naik Rp 51 (34,69% menjadi Rp 198, PT Mitra Pack Tbk (PTMP) naik Rp 36 (16,98%) menjadi Rp 248, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) naik Rp 23 (15,13%) menjadi Rp 175, PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik Rp 36 (9,73%) menjadi Rp 406, dan PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) naik Rp 8 (9,30%) menjadi Rp 94.
Baca Juga
IHSG Ditutup Berbalik Koreksi, Saham RSCH dan PTMP justru Melesat
Adapun lima saham ini torehkan penurunan paling dalam, yaitu saham PT MPX Logistics International Tbk (MPXL), PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA), dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA).

