Asing Net Sell Rp 885,54 Miliar, Tiga Saham Bank Besar Ini Diobral
JAKARTA, investortrust.id– Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 885,54 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/3/2025), ditutup terkoreksi sebanyak 43,68 poin (0,67%) menjadi 6.471. Pelemahan sejalan dengan penurunan nilai transaksi harian Rp 7,81 triliun.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 611,03 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 304,01 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 143,98 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 45,75 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 21,95 miliar.
Baca Juga
Begini Dampak Positif Sahabat-AI untuk Bisnis dan Kinerja GoTo!
Sebaliknya lima saham yang mencatatkan pembelian bersih (net buy) dipimpin saham PT J Resources Asia Pacifik Tbk (PSAB) Rp 68,98 miliar, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp 59,24 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 40,87 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 38,79 miliar, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 29,90 miliar.
Di tengah pelemahan tersebut, dua saham ini justru catatkan ARA, yaitu saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) naik 34,62% menjadi Rp 175 dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 25% menjadi Rp 300.
Kenaikan juga melanda saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI) naik 27,14% menjadi Rp 178 dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) naik 27,08% menjadi Rp 122.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda, yaitu saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melemah 19,99% menjadi Rp 144.750 atau menjadi faktor penekan utama IHSG hari ini. Pelemahan juga melanda saham PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) dan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT DCI Indonesia TbK (DCII).
Baca Juga
Prabowo Tinjau Produksi Logam Mulia di PT Freeeport, Era Baru Industri Tambang
IHSG akhir pekan lalu ditutup melemah sebanyak 131,79 poin (1,98%) menjadi 6.515. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham jumbo hingga Rp 1,77 triliun melanda PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 501,99 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 292,36 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 267,75 miliar.
Pelemahan IHSG terjadi setelah saham emiten data center DCII anjlok hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 19,99% dari Rp 226.150 menjadi Rp 180.950. Pelemahan ini membuat saham sektor teknologi melemah 12,71%.
Saat indeks anjlok, tiga saham ini ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) naik 34,51% menjadi Rp 152, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) naik 24,86% menjadi Rp 432, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) naik 24,50% menjadi Rp 940.

