Saham Emiten Prajogo hingga Toto Sugiri Melesat, IHSG Sesi I Ditutup ke Level Tertingi 2025
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (18/7/2025), ditutup melesat sebanyak 92,25 poin (1,27%) ke level tertinggi baru tahun ini 7.379. Bahkan, IHSG sempat menembus level 7.401 dengan nilai transaksi Rp 6,82 triliun.
Penguatan tersebut terdorong kenaikan mayoritas sektor saham, khususnya saham emiten Prjogo Pangestu, yaitu BREN, CDIA, dan BRPT. Lompatan indeks juga didukung penguatan saham DCII hingga sempat sentuh level ARA.
Sektor saham dengan penguatan tertinggi dicatatkan sektor teknologi 6,32%, sektor infrastruktur 3,77%, sektor energi 1,13%, sektor kesehatan 1,52%, sektor industry 0,93%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer dan property.
Baca Juga
Harga Emas Antam Melemah, Saatnya Koleksi atau Tunggu Turun Lagi?
Di tengah penguatan tersebut, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ditutup melesat ARA dengan kenaikan 25% menjadi Rp 975 dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melesat 24,47% menjadi Rp 590. ARA juga melanda saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) sebanyak 34,67% menjadi Rp 268 dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik 25% menjadi Rp 390.
Selain CDIA, tiga saham emiten dengan kapitalisasi pasar jumbo ini menjadi pengerek utama indeks sepanjang sesi I. Di antaranya, saham BREN melesat 7,77% menjadi Rp 8.325, DCII melesat 16,13% menjadi Rp 259.250, dan BRPT menguat 4,59% menjadi Rp 2.280.
Kenaikan pesat saham BREN menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham ini melambung menjadi Rp 1.113,76 triliun menggusur BBCA dari posisi pertama setelah dengan kapitalisasi Rp 1.047 triliun. Market cap DCII juga melesat menjadi Rp 617,79 triliun hingga menempatkanya menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar kelima menggusur BBRI Rp 592,75 triliun. Seedangkan market cap BRPT menembus Rp 213,74 triliun.
Baca Juga
Chandra Daya (CDIA): Tambah Dua Armada hingga Saham ARA Tujuh Hari Beruntun
Adapun lima saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham FIMP anjlok 9,84% menjadi Rp 55, FITT turun 9,77% menjadi Rp 240, EDGE melemah 9,37% menjadi Rp 4.690, PEGE melemah 8,28% menjadi Rp 133, dan CSMI turun 8,21% menjadi Rp 615.
Kemarin, IHSG cetak lompatan sebanyak 95 poin (1,32%) menjadi 7.287 dengan nilai transaksi Rp 12,16 triliun. investor asing akhirnya berbalik merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 636,31 miliar, yaitu BMRI Rp 183,03 miliar, BBRI Rp 159 miliar, dan TLKM Rp 139,89 miliar.
Penguatan terdoron kenaikan saham konglomerasi, yaitu auto reject atas (ARA) saham DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 223.250. Indeks juga didorong penguatan saham BRPT sebanyak 8,46% menjadi menjadi Rp 2.180. Sedangkan saham tercuan hingga auto reject atas (ARA), yaitu OKAS naik 34,46% menjadi Rp 199, PEGE sebanyak 34,26% menjadi Rp 145, dan MERI naik 25% menjadi Rp 565. ARA juga melanda saham NRCA sebanyak 24,43% menjadi Rp 815, FMII naik 24,84% menjadi Rp 392, dan DCII melesat 19,99% menjadi Rp 223.250.
