IHSG Sesi I Anjlok 1,58% Usai Saham Emiten Otto Toto Sugiri (DCII) Terjunggal hingga ARB
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (14/3/2025), ditutup anjlok sebanyak 104,71 poin (1,58%) menjadi 6.542. Pelemahan tersebut terseret kejatuhan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Penurunan dalam indeks terjadi setelah saham emiten data center DCII anjlok hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 19,99% dari Rp 226.150 menjadi Rp 180.950. Kejatuhan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten ini anjlok dari Rp 483 triliun menjadi Rp 431 triliun. Peringkatnya juga turun dari 6 menjadi 8 untuk kategori top 10 market cap BEI.
Kejatuhan saham DCII membuat indek saham sektor teknologi melemah 12,67%. Penurunan juga dipci atas koreksi saham sektor property 1,44%, sektor keuangan 1,02%, sektor infrastruktur 0,91%, sektor Consumer primer 0,87%, dan sektor energi 0,45%.
Baca Juga
Saat indeks anjlok, sejumlah saham berikut torehkan penguatan mengesankan, seperti PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) melesat 31,86% menjadi Rp 149, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) naik 21,39% menjadi Rp 420, PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) naik 10% menjadi Rp 154, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik 10% menjadi Rp 352, dan PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) naik 9% menjadi Rp 72.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham berikut, yaitu saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT), dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM).
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 17,62 poin (0,26%) menjadi 6.647 dengan investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 897,09 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 436,68 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 181,15 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 148,24 miliar.
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Umumkan Penjualan Perdana MHP Produksi Anak Usahanya ESG
Saham DCII torehkan penguatan sebanyak 10% menjadi Rp 226.150 berhasil menahan indeks hingga tak terperosok lebih dalam. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir DCII tercatat sebagai saham utama penopang indeks. Saat ini, market cap saham emiten Data Center ini telah mencapai Rp 538,91 triliun atau mendekati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 582,91 triliun.
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,39%, sektor industry 0,77%, sektor infrastruktur 0,54%, sektor transportasi 0,12%, dan material dasar 0,03%. Sebaliknya kenaikan terpesat melanda saham sektor teknologi 5,837 dan sektor consumer non primer 0,42%.
Adapun saham yang torehkan penguatan mengesankan hingga ARA adalah PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) naik 25% menjadi Rp 525 dan saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) menguat 24,62% menjadi Rp 2.430.

