Saham EDGE dan DCII ARB, Kekayaan Otto Toto Sugiri Menguap US$ 478 Juta
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Indointernet Tbk (EDGE) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kompak melemah hingga auto reject bawah (ARB) sepanjang Senin (27/11/2023). Padahal, kedua saham ini sempat tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga tertinggi sepanjang pekan lalu.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham EDGE ditutup anjlok Rp 1.800 (19,89%) menjadi Rp 7.250. Sedangkan saham DCII merosot Rp 10.700 (19,96%) menjadi Rp 42.900. Berdasakan data real time Forbes, penurunan tersebut memicu nilai kekayaan Otto Toto Sugiri menguap US$ 478 juta menjadi US$ 2,3 miliar.
Baca Juga
Penurunan dalam kedua saham tersebut memicu saham sektor teknologi turun paling dalam sepanjang hari ini mencapai 5,72%. Penurunan tersebut membuat kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini hanya naik tipis.
Pekan lalu, saham EDGE dan DCII merupakan dua saham dengan penguatan paling pesat, bahkan dalam beberapa hari perdagangan terjadi kenaikan hingga auto reject atas (ARA) saham tersebut.
Otto Toto Sugiri tercatat sebagai pemegang saham yang paling diuntungkan atas lompatan harga tersebut hingga menjadikan nilai sahamnya di EDGE dan DCII melesat menjadi Rp 38,54 triliun. Dirinya juga tercatat sebagai direktur utama DCII.
Baca Juga
CGS CIMB Securities Kembali Tambah Saham Astrindo (BIPI), Kini Kuasai 12,84%
Sedangkan berdasarkan registrasi pemegang saham, Otto Toto Sugiri bertindak sebagai pemegang sebanyak 334.490.500 atau 16,56% saham EDGE. Total nilai sahamnya mencapai Rp 3,21 triliun.
Sedangkan pada saham DCII, Otto Toto Sugiri bertindak sebagai salah satu pengendali dengan kepemilikan 712.784.905 saham DCII atau setara dengan 29,9%. Dirinya bertindak sebagai pengendali dengan porsi saham terbesar, dibandingkan lainnya Marina Budiman sebanyak 22,51% dan Han Arming Hanafia 14,11%. Dengan kepemilikan sebanyak 29,9% dikalikan harga saham DCII senilai Rp 49.225, nilai kekayaan Toto Sugiri dari DCI Indonesia mencapai Rp 35,33 triliun.

