IHSG Akhir Juni Ditutup Melesat 30 Poin, Sejumlah Saham Ini Terbang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/6/2025), ditutup menguat sebanyak 30,28 poin (0,44%) menjadi 6.927,68. Rentang pergerakan 6.876-6.949 dengan nilai transaksi Rp 12,17 triliun.
Kenaikan tersebut terdorong penguatan mayoritas sektor saham, seperti material dasar melesat 3,33%, sektor energi naik 1,50%, sektor konsumer primer naik 2,16%, sektor konsumer non primer 1,26%, dan sektor infrastruktur naik 1,73%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan dan teknologi.
Baca Juga
BUMA Mulai Produksi Batu Bara di Tambang Anak Usaha SINI, Nilai Kontrak Rp12 Triliun
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham dengan lompatan harga pagi ini adalah saham PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) melesat 24,75% menjadi Rp 2.520, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik 21,14% menjadi Rp 149, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) naik 18,48% menjadi Rp 500, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) naik 17,39% menjadi Rp 108, dan PT Vasland Indonesia Tbk (VAST) naik 15,75% menjadi Rp 147.
Sebaliknya penurunan dalam melanda lima saham berikut, yaitu saham BNLI turun 14,72% menjadi Rp 2.780, CLPI turun 12,64% menjadi Rp 1.175, INPS turun 12,42% menjadi Rp 134, JSPT melemah 11,06% menjadi Rp 5.025, dan GLOB turun 9,23% menjadi Rp 59.
Pekan lalu, IHSG ditutup penurunan tipis 0,14% menjadi 6.897, sebanyak 10 saham ini justru makin melesat. Bahkan, PT Mitra Pack Tbk (PTMP) bisa torehkan lompatan harga 65,57%. Pemodal asing melepas sebanyak sebanyak Rp 112,61 miliar, dibandingkan pekan sebelumnya Rp 4,51 triliun.
Baca Juga
Pasar Keuangan Kuartal III Diprediksi Masih 'Volatile', Ini Strategi Jitu Investasinya
Pemicu koreksi indeks datang dari pelemahan sejumlah saham big cap pekan ini, seperti saham DSSA, BREN, MDKA, ANTM, PTBA, dan BYAN. Sebaliknya saham yang menjadi bantalan indeks dari kejatuhan adalah AMMN, BMRI, TLKM, BNLI, BBRI, dan BRPT.
Saham dengan penguatan tertinggi dicatatkan saham PTMP dengan kenaikan dari level Rp 61 menjadi Rp 101 atau melesat menjadi 65,57%. Penguatan terbesar kedua dicatatkan anak usahanya PT Master Print Tbk (PTMR) sebanyak 55,83% dari Rp 240 menjadi Rp 374.

