IHSG Ditutup Menguat 25 Poin, Sejumlah Saham Emiten Lippo Ini Terbang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/10/2024), ditutup menguat sebanyak 25,02 poin (0,32%) menjadi 7.760. Pergerakan dalam rentang 7.718-7.790 dengan nilai transaksi Rp 10,67 triliun.
Penguatan tersebut didukung atas kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer non primer 1,36%, sektor property 1,51%, sektor teknologi 0,92%, sektor infrastruktur 0,69%, sektor keuangan 0,24%, dan sektor industry 0,32%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor Kesehatan, energi, dan sektor transportasi.
Baca Juga
Berpotensi Raup Dana Rp 259 miliar, Golden Eagle (SMMT) Rancang Private Placement
Di tengah penguatan tersebut, beberapa saham emiten yang dikendalikan grup Lippo ini melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Multipolar Tbk (MLPL) menguat 34,43% menjadi Rp 164, PT Star Pacific Tbk (LPLI) naik 25% menjadi Rp 300, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menguat 19,83% menjadi Rp 13.900.
Kenaikan selanjutnya juga dicatatkan saham emiten Lippo ini, yaitu saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik 30,51% menjadi Rp 77 dan PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS) naik 26,12% menjadi Rp 75.
Sebaliknya pelemahan terdalam melanda beberapa saham berikut, saham PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), PT Nusantara ALmazia Tbk (NZIA), PT Multifilling Mitra Indonesia Tbk (MFMI), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), dan PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC).
Baca Juga
Dorong IPO Perusahaan Jumbo, BEI Kaji Aturan Minumum Free Float 10% Saham
IHSG kemarin ditutup melesat sebanyak 86,1 poin (1,13%) menjadi 7.735,04. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,22 triliun di seluruh pasar, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 344,70 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 323,95 miliar, dan PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS) Rp 222,73 miliar.
Kenaikan indeks kemarin ditopang lompatan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 2,74%, sektor energi 1,31%, sektor keuangan 1,12%, sektor teknologi 0,99%, sektor property 0,82%, dan sektor industry 0,72%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer non primer, kesehatan, dan infrastruktur.
Grafik IHSG

