UNVR Berupaya Redam Aksi Boikot, Peluang Penguatan Saham Mulai Terbuka?
JAKARTA, investortrust.id – Angin positif suksesnya pemilihan umum (Pemilu) 2024 belum memberikan dampak bagi saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Tatkala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pasca Pemilu, saham UNVR malah merosot.
Berdasarkan data perdagangan saham Sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/02/2024), saham UNVR terlihat turun sebesar 2,05% ke level Rp 2.870 per saham.
Tampaknya pelaku pasar masih khawatir dengan kondisi geopolitik di Timur Tengah maupun kerasnya persaingan bisnis dan turunnya daya beli masyarakat di level akar rumput. Tiga faktor tadi jadi pemicu aksi jual saham UNVR.
Baca Juga
Terendah dalam 13 Tahun Terakhir, Target Harga Saham Unilever (UNVR) Dipangkas
Tapi sebenarnya, bagi pemodal dengan horizon jangka panjang, posisi harga saham UNVR saat ini cukup menarik. Berdasarkan konsensus, target saham UNVR berada pada level Rp 3.331 per saham.
Adapun Analis PT Panin Sekuritas Andhika Audrey dan Sarkia Adelia mematok target price UNVR di level Rp 3.000. Jadi meski diberikan rekomendasi hold, saham UNVR masih punya potensi naik walau tidak terlalu tebal.
Sebelumnya, UNVR melaporan kinerja yang kurang memuaskan pada tutup buku 2023, di mana penjualan secara kumulatif turun 6,1% menjadi Rp 38,6 triliun.
Baca Juga
Disamping purchasing power yang saat ini belum pulih sepenuhnya, Audrey dan Sarkia menilai, penurunan kinerja juga diakibatkan oleh kampanye pemboikotan produk hasil dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang didukung oleh Fatwa MUI, walaupun MUI tidak memberikan list resmi produk yang terafiliasi dengan Israel.
Hasil ini membawa UNVR mencatatkan laba bersih yang dibawah estimasi Panin Sekuritas, sebesar Rp 4,8 triliun di 2023, turun -10,5% YoY.
“Sejalan dengan ini kami merekomendasikan HOLD dengan menurunkan target harga ke Rp3.000 (sebelumnya Rp3.800) (implied PE 22,3 kali di 2024) setara dengan -2x std.dev rata-rata 5 tahun,” imbuh Audrey dan Sarkia dalam riset yang dikutip, Jumat (16/02/2024).
Meski tekanan demi tekanan mendera, Perseroan tetap berkomitmen untuk memperkuat fundamental bisnisnya di tahun 2024, dengan beberapa fokus diantaranya: membangun sentimen positif kepada konsumen, memperkuat kompetitif dengan mengamankan profitabilitas.
Kemudian akselerasi transformasi Go – To – Market (GTM) dan secara masif mengedukasi konsumen dalam menghindari hoax yang beredar, penggunaan logo halal di gerai serta TVC digital serta memberikan perhatian lebih terhadap komunitas, media maupun konsumen terkait kesalahan informasi tersebut.
Hasilnya dapat terlihat pada sales run rate kembali mencapai 92% per Januari 2024. “Namun kami masih mewaspadai masifnya subtitusi produk dari Wings Group atau Orang Tua Group untuk brand – brand tertentu yang dijual pada Alfamart maupun Indomaret saat ini, hal ini tentunya menjadi concern untuk perkembangan kinerja Perseroan mendatang,” ulasnya.

