Penguatan IHSG Tetap Terbuka, Saham BSDE dan UNVR Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/10/2024), diproyeksikan berpotensi lanjutkan penguatan ke resisten selanjutnya 7.810- dan 7.910, meskipun ditutup turun tipis kemarin.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta hari ini menyebutkan bahwa IHSG kemarin masih berhasil ditutup di atas resisten MA20, sehingga terbuka potensi penguatan hari in. Namun pemodal disarankan untuk mewaspadai penurunan lebih lanjut, apabila IHSG turun di bawah support 7.619.
Baca Juga
Wall Street Ambruk, Indeks Dow Jones Anjlok Lebih dari 400 Poin
Laju IHSG juga akan terpengaruh pelemahan bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones anjlok 0,96%. Penurunan paling dalam melanda Nasdaq hingga 1,60% dan S&P500 melemah 0,92%.
Di tengah terbukanya peluang penguatan IHSG, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BSDE dengan target harga Rp 1.315-1.470 dan saham UNVR dengan target harga Rp 2.430-2.540. Sebaliknya rekomendasi jual saham BTPS dan PTBA.
IHSG kemarin ditutup terkoreksi tipis 1,42 poin (0,02%) menjadi 7.787. Pergerakan IHSG dalam rentang 7.761-7.805 dengan nilai transaksi Rp 11,03 triliun. Sedangkan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,72 triliun dipiju crossing saham PT Surmas Dutamakmur Tbk (SMDM) Rp 2,33 triliun.
Baca Juga
Serap Capex 80%, XL Axiata (EXCL) Ungkap Rincian Penggunaannya
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 0,57%, sektor properti 1,04%, sektor infrastruktur 0,42%, sektor konsumer primer 0,05%, dan sektor energi 0,04%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi, keuangan, konsumer non primer, industri, dan teknologi.
Walau ditutup di zona merah, tiga saham berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 24,84% menjadi Rp 3.870 usai keluar dari papan pemantauan khusus BEI. ARA juga melanda saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) sebanyak 24,70% menjadi Rp 3.080 dan PT Grand House Hulia Tbk (HOMI) melesat 24,49% menjadi Rp 366.
Grafik IHSG

