Naik 40,75%, KPEI Cetak Laba Bersih Rp 149,17 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mencatatkan laba bersih Rp 149,17 miliar pada tahun 2024 atau naik 40,75% year on year (yoy). Nilai laba bersih ini turut meningkatkan nilai ekuitas menjadi Rp 2,51 triliun atau naik 15,67% dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan Direktur Utama KPEI, Iding Pardi Rapat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, (24/6/2025). Ia mengutarakan, tak hanya laba bersih, pendapatan KPEI tahun 2024 juga tumbuh 18,52% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 697,12 miliar.
"Hal ini didorong oleh peningkatan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Bursa (RNTH). Sejalan dengan peningkatan kegiatan pengembangan usaha, beban usaha meningkat sebesar 11,05% menjadi Rp 512,43 miliar," kata Iding dalam keterangannya Selasa, (24/6/2025).
KPEI mencatat RNTH bursa mencapai Rp 12,87 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 19,72% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, agenda rapat itu juga menyetujui alokasi laba bersih tahun buku 2024 untuk Cadangan Jaminan sebesar Rp 7,46 miliar dan untuk Cadangan Wajib sebesar Rp 80 miliar.
Baca Juga
Ajak Banyak Bank Jadi Anggota Kliring, KPEI Sosialisasi CCP PUVA
Sementara dari sisi kinerja operasional dan keuangan, KPEI juga berhasil mencatat berbagai pencapaian strategis selama tahun 2024, di antaranya berhasil mempertahankan empat sertifikasi ISO, yaitu ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 27001:2022 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi), ISO 22301:2019 (Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha), dan ISO 37001:2016 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan).
KPEI juga memperoleh pengakuan sebagai Qualifying Central Counterparty (QCCP) dari Bank Indonesia dan menambah sembilan pemegang saham baru sebagai bagian dari pengembangan usaha di segmen PUVA.
Rapat dihadiri oleh seluruh pemegang saham KPEI, yaitu PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
Baca Juga
Rata-rata Transaksi Harian Bursa Rp 12,87 Triliun, Tumbuh 19,72%

