BEI, KSEI, hingga KPEI Himpun Dana Rp 3,9 Miliar Bantu Pemulihan Pascabencana Sumatra
JAKARTA, investortrust.id – Self Regulatory Organizations (SRO) pasar modal Indonesia berhasil menghimpun dana sosial sebesar Rp3,9 miliar dalam kegiatan Pasar Modal Peduli bertajuk “Berbagi Manfaat, Menguatkan Harapan” yang digelar pada 20 Februari 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Dana tersebut merupakan hasil kolaborasi SRO yang terdiri dari BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bersama perusahaan tercatat, anggota bursa, serta pelaku pasar modal lainnya.
Baca Juga
BEI: 8 Perusahaan Antre IPO Saham, Didominasi Emiten Aset Jumbo
Penggalangan dana ini menjadi wujud komitmen sosial pasar modal Indonesia yang kembali ditegaskan bertepatan dengan momentum Ramadan. Dana Rp3,9 miliar tersebut akan disalurkan kepada Sahabat Pedalaman, BenihBaik.com, dan Wahid Foundation untuk mendukung program pendidikan, kemanusiaan, serta penguatan nilai toleransi.
Melalui program corporate social responsibility (CSR), dukungan difokuskan pada percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan diwujudkan dalam bentuk pemulihan infrastruktur ibadah dan pendidikan melalui reaktivasi masjid, meunasah, dan dayah di Aceh bersama Wahid Foundation.
Baca Juga
BEI Finalisasi Disclosure 1% dan Aturan Free Float sebagai Update ke MSCI dan FTSE Russell
SRO pasar modal Indonesia himpun Rp3,9 miliar lewat Pasar Modal Peduli untuk pemulihan pascabencana di Sumatera.
Selain itu, pembangunan sumur bor, fasilitas sanitasi MCK komunal, serta sarana pendidikan dilakukan bersama BenihBaik.com guna memastikan akses air bersih dan fasilitas belajar yang layak bagi masyarakat terdampak.
Pembangunan jembatan, sumur bor, dan fasilitas sanitasi MCK juga dijalankan bersama Sahabat Pedalaman untuk memulihkan konektivitas sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
Melalui sinergi tersebut, SRO pasar modal menegaskan bahwa pertumbuhan dan keberlanjutan industri berjalan seiring kontribusi nyata kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran pasar modal sebagai bagian dari solusi sosial jangka panjang.

