Merdeka Copper (MDKA) Optimistis Tembaga Tujuh Bukit Beroperasi 2026
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pertambangan emas dan tembaga yang dikendalikan pengusaha Boy Thohir dan Sandiaga Uno, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menargetkan proyek tembaga Tujuh Bukit dapat mulai beroperasi pada 2026 atau 2027.
Chief External Affairs MDKA Boyke Poerbaya Abidin mengatakan, tambang bawah tanah sudah dilakukan drilling, sedangkan tahap konstruksi bisa segera dilakukan, sehingga dalam tiga hingga empat tahun ke depan sudah bisa berproduksi.
Baca Juga
IHSG Condong Konsolidasi, Perhatikan ICBP, ANTM, HEAL dan ARTO
‘’Studi kelayakan Pemerintah Indonesia untuk proyek telah selesai dan disetujui pada pertengahan 2022. Kami menargetkan proses perizinan lingkungan dapat selesai pada 2023 dan pembangunan dapat di mulai pada awal 2024,’’ papar Boyke sebagaimana dikutip Antara, Jumat (8/9/2023).
Boyke mengatakan proyek Tembaga Tujuh Bukit merupakan proyek terbesar yang menjadi perhatian utama perusahaan saat ini.
Perusahaan telah melakukan investasi signifikan terhadap proyek ini, termasuk untuk menjalankan eksplorasi sepanjang 1.890 meter, pengeboran penentu sumber daya, pemodelan geologi, dan studi teknis yang sedang berlangsung.
Proyek Tembaga Tujuh Bukit dikerjakan oleh anak usahanya yaitu PT Bumi Suksesindo (PT BSI).
Proyek tersebut direncanakan memproduksi cadangan tembaga kelas dunia. Menurut Boyke, waktu operasi proyek Tembaga Tujuh Bukit dapat berusia hingga 40 tahun.
Baca Juga
Proyek Tembaga Tujuh Bukit mengandung sumber daya mineral 1,71 miliar ton bijih dengan kadar 0,47 persen tembaga dan 0,50 g/t emas yang mengandung sekitar 8,1 juta ton tembaga dan 27,4 juta ounces emas, termasuk sumber daya terindikasi 442 juta ton dengan 0,60 persen tembaga dan 0,66 g/t emas.
Hingga sejauh ini, pendanaan proyek masih mengandalkan dari perbankan dan pasar modal.
“Dalam pencarian partner strategis, tentu kami mengandalkan prospek usaha ke depan dan kinerja kami selama ini. Jadi, kami masih mengandalkan perbankan untuk membantu pembiayaan kami, di samping juga kami mengandalkan pasar modal,” ujar Boyke.

