Produksi Emas & Tembaga Naik, Saham Merdeka Copper (MDKA) Direkomendasikan Beli
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melaporkan hasil tinjauan operasional untuk kuartal III-2025 dengan kemajuan berkelanjutan di seluruh segmen bisnisnya. Kinerja perseroan pada periode ini ditopang oleh peningkatan volume penjualan bersamaan dengan kenaikan rata-rata harga jual (ASP) segmen emas.
Mandiri Sekuritas dalam riset harian kemarin menyebutkan bahwa segmen tembaga, produksi tercatat meningkat secara kuartalan didukung oleh pemrosesan material persediaan yang sebelumnya tidak dapat dilindi (non-leachable stockpiled materials). Langkah tersebut memberikan tambahan produksi sekitar 970 ton tembaga selama kuartal III-2025.
Baca Juga
Segmen nikel menunjukkan perkembangan yang stabil, yaitu produksi bijih nikel meningkat, seiring dengan margin nickel pig iron (NPI) yang membaik berkat peningkatan pasokan bijih dari internal perusahaan. Operasi High Pressure Acid Leach (HPAL) menununjukkan pertumbuhan dengan proses komisioning fasilitas Acid Iron Metal (AIM) yang berjalan sesuai rencana.
Secara keseluruhan, Mandiri Sekuritas menilai bahwa progres operasional MDKA pada kuartal tiga menunjukkan konsistensi dalam pengembangan proyek dan peningkatan efisiensi pada masing-masing segmen. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.000 untuk saham MDKA. Target tersebut juga merefleksikan prospek pertumbuhan operasional yang dinilai tetap kuat.
Sebelumnya, Merdeka Copper (MDKA) mengumumkan mencatat pendapatan belum diaudit sebesar US$ 1,29 miliar per September 2025, turun 22% secara tahunan (yoy). Penurunan dipicu melemahnya kontribusi segmen nikel senilai US$ 445 juta dan pendapatan tembaga yang berkurang US$ 38 juta.
Baca Juga
Pendapatan Merdeka Copper Gold (MDKA) Turun 22% pada Kuartal III-2025
Meski demikian, penurunan tersebut sebagian tertahan oleh peningkatan kontribusi segmen emas sebesar US$ 87 juta serta pendapatan lain senilai US$ 27 juta. Direktur Utama Merdeka Copper Gold (MDKA) Albert Saputro menyampaikan perseroan tetap mencatat kemajuan penting pada kinerja operasional dan proyek-proyek strategis. “Proyek Tembaga Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani merupakan peluang pertumbuhan berskala besar yang akan membawa kemajuan berarti bagi perseroan,” ujarnya.
MDKA belum menyampaikan capaian laba pada periode ini, karena laporan keuangan konsolidasi sembilan bulan masih menunggu proses audit. Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold, Jessica J., menjelaskan audit diperlukan guna mendukung evaluasi kinerja keuangan dan pengambilan keputusan strategis perusahaan. Selama Januari–September 2025, operasi penambangan emas dan tembaga tercatat stabil, sementara segmen nikel melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menunjukkan penguatan kinerja dan perkembangan proyek.

