Ditanya Soal Danantara Masuk GOTO, Rosan Roeslani Berikan Jawaban Ini
JAKARTA, investortrust.id – CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani tutup mulut saat ditanya soal kabar rencana investasi Danantara ke PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Rosan bergegas meninggalkan awak media saat ditanyai perihal rencana investasi Danantara ke GOTO. Ia hanya menyapa singkat dan melambaikan sembari meninggalkan awak media.
"Oke, ya. Thank you, ya," jawabnya singkat, usai menjadi pembicara tunggal pada Meet The Leaders bersama Universitas Paramadina di Trinity Tower, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Baca Juga
Bukan Cuma Grab, Danantara Bisa Jadi 'Game Changer' Saham GOTO?
Pada kesempatan yang sama, ia hanya berkenan menjawab sektor-sektor strategis yang dikabarkan bakal disasar oleh Danantara sebagai peluang investasi. Adapun ia menyebut sektor-sektor strategis seperti kesehatan, hilirisasi dan infrastruktur digital menjadi sasaran dari Danantara.
Sebelumnya, Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyebutkan bahwa belum ada perubahan informasi terkait dengan perseroan hingga saat ini. Hal ini sebagai respons resmi atas spekulasi pasar terhadap merger GOTO dengan PT Grab Teknologi Indonesia dengan melibatkan Danantara sebagai investor baru.
“Perseroan ingin mengklarifikasi kembali bahwa pada dasarnya GOTO tidak dapat memberikan komentar terhadap spekulasi yang beredar di pasar. Sampai dengan tanggal keterbukaan ini, tidak ada perubahan informasi terkait dengan perseroan, sebagaimana yang telah disampaikan pada 4 Februari 2025, 19 Maret 2025 dan 8 Mei 2025,” tulis manajemen dalam keterbukaan infomrasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (9/6/2025).
Baca Juga
Tuntaskan Migrasi Cloud, Begini Dampaknya bagi Prospek Saham GOTO
Beredar kembali kabar bahwa Grab disebut terus melanjutkan rencana transaksi akuisisi GOTO. Kabar terbarunya Danantara disebut akan masuk dengan membeli sebagian saham entitas gabungan Grab dan GOTO. Masuknya Danantara dalam kesepakatan tersebut guna mengurangi dominasi kendali asing dan juga bertujuan sebagai pengawasan regulasi.
Riset dari Algo Research yang dirilis Senin (9/6/2025) menyatakan, Danantara tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi saham minoritas di entitas gabungan Grab dan GOTO. Bahkan, Danantara disebut telah memulai pembicaraan awal dengan GOTO, namun belum dengan GRAB.
Perlu dicatat, Algo Research menyebutkan, jika transaksi ini berhasil, entitas gabungan tersebut akan menguasai lebih dari 90% pangsa pasar di sektor layanan transportasi online (ride-hailing) dan pengantaran makanan (food delivery) di Indonesia.

