Bukan Faktor Global Semata, Lompatan IHSG hingga 3,04% Dua Hari Terakhir Tesengat Ini
JAKARTA, investortrust.id - Guru Besar Universitas Indonesia (UI) sekaligus Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy memandang lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 3,04% menjadi 7.040 dalam dua hari terakhir ternyata adanya aliran investasi besar Danantara ke saham sektor bank besar.
Dia menatakan, tanpa adanya keterlibatan Danatara, kenaikan indeks dalam dua hari perdagangan ini tak setinggi angka tersebut. Apalagi pendorong penguatan indeks datang dari saham-saham bank besar, khususnya bank BUMN.
Baca Juga
Harga Melesat dan Net Buy Asing Rp 2,15 Triliun Dua Hari, Seberapa Kuat BRI (BBRI) bisa Melaju?
"Dengan laju IHSG yang pesat ini, saya perkiraan level di atas 7.000 akan tetap bertahan sampai akhir kuartal II-2025 ini atau sampai akhir Juni," kata Budi menjawab pertanyaan investortrust.id di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, (15/5/2025).
Sebagaimana diketahui, pada penutupan perdagangan Kamis (15/5/2025), IHSG melesat sebanyak 60,28 poin (0,86%) menjadi 7.040. Penutupan tersebut tercatat sebagai level tertinggi IHSG sejak 5 Februari 2025. Adapun saham dengan penyumbang utama kenaikan indeks hari ini datang dari saham big cap bank besar, seperti BBRI naik 4,40%, BMRI menguat 5,45%, dan BBNI naik 2,97%.
Baca Juga
Investor Asing Net Buy Saham Rp 1,68 Triliun, BBRI Tetap Jadi Incaran Teratas
Selain aliran dana Danatara ke pasar saham, Budi mengatakan, penguatan indeks didukung optimisme investor terhadap prospek kinerja keuangan emiten ke depan, meskipun realisasi kuartal I-2025 cenderung di bawah ekspektasi.
"Investor mulai melihat bahwa kuarta selanjutnya akan lebih baik, dibandingkan kuartal I-2025, sehingga investor mulai ambil posisi dengan selektif membeli saham. Mereka percaya bahwa pokoknya semakin membaiknya laporan keuangan dari emiten, mereka akan ngambil posisi beli," bebernya.
