Saat Momentum Harga Bullish, United Tractors (UNTR) Incar Lompatan Volume Penjualan Emas di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) membidik penjualan emas sebanyak 240 ribu ons tahun ini. Volume tersebut akan dikejar saat momentum lonjakan harga komoditas emas tengah melanda dunia.
"Tahun ini kita proyeksikan penjualan emas mencapai 240 ribu ons (tahun ini),” kata Corporate Secretary UNTR, Sara K. Loebis kepada investortrust.id seusai agenda RUPS di Menara Astra, Jakarta, (25/4/2025).
Baca Juga
RUPS United Tractors (UNTR) Tetapkan Dividen Jumbo hingga Angkat Komisaris Ignasius Jonan
Sebagaiamana diketahui, harga emas dunia melonjak tajam hingga menembus US$ 3.400 per troy ounce pada April 2025, ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sementara di dalam negeri, harga emas batangan Antam telah melesat lebih dari 31% menjadi Rp 2 juta per gram sejak awal tahun hingga kini. Secara bulanan harga emas dunia naik 9,10%, sementara secara tahunan telah melonjak sebesar 41%.
Bahkan, lembaga-lembaga keuangan besar, termasuk Goldman Sachs dan UBS, juga memproyeksikan harga emas bullish. Goldman Sachs memperkirakan harga emas bisa menembus US$ 4.000 per ounce pada pertengahan 2026, dengan target US$ 3.700 pada akhir 2025. UBS lebih konservatif dengan proyeksi harga emas mencapai US$ 3.500 per ounce pada Desember 2025.
Selain itu, terkait lini bisnis emas dan mineral UNTR mencatatkan lonjakan pendapatan tahun 2024 sebesar 90% menjadi Rp 9,9 triliun. Hal ini terutama terdorong penguatan harga jual emas.
Baca Juga
Pabrik Baru Proline Beroperasi, Entitas Prodia (PRDA) Bidik Perluasan Pasar Ekspor 20%
Anak usaha UNTR yang bergerak di bidang pertambangan emas, PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR), dengan torehan penjualan emas 2024 sebesar 232 ribu ons. Angka ini naik 32% lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.
PTAR mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Martabe mencatatkan penjualan setara emas sebesar 230 ribu ons atau naik 31% dari periode yang sama tahun 2023.
Sedangkan Sumbawa Jutaraya (SJR) mengoperasikan tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. SJR mencatatkan 1,8 ribu ons penjualan setara emas karena baru saja memulai penjualan pada kuartal keempat tahun 2024.

