United Tractors (UNTR) Naikkan Target Penjualan Komatsu Jadi 4.500 Unit
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) menaikkan target penjualan alat berat Komatsu menjadi 4.500 unit dari sebelumnya 4.000 unit sepanjang tahun ini.
“Semula kami menargetkan (penjualan Komatsu) hanya 4.000 unit. Namun melihat perkembangan, yang sebetulnya kondisi demand khususnya di pertambangan tidak terlalu jelek, kami sudah merevisi target kami sedikit lebih tinggi yaitu di 4.500 unit,” papar Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara Loebis dalam Astra Media Day 2024, Rabu (18/9/2024).
Manajemen memperhitungkan, jumlah tersebut turun sekitar 15% dibandingkan total penjualan Komatsu sepanjang tahun 2023.
Baca Juga
Begini Target Harga Terbaru Saham Emiten Batu Bara, Saham UNTR Pilihan Teratas
Sedangkan sampai Juli 2024, United Tractors telah mencatatkan penjualan Komatsu sebanyak 2.500 unit yang turun 29% bila dibandingkan periode sama tahun lalu.
Revisi target penjualan Komatsu dilatarbelakangi kinerja pertambangan baru bara Indonesia yang dinilai masih cukup menjanjikan tahun ini. Entitas usaha UNTR yakni PT Pamapersada Nusantara mendapat gambaran peningkatan volume produksi batu bara dan pemindahan tanah atau overburden removal dari klien mereka.
Peningkatan dimaksud, telah tergambar dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) para pemilik tambang yang disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sampai Juli 2024, Pamapersada telah mencatatkan peningkatan jumlah produksi batu bawa sebesar 18% (yoy) dan kenaikan jumlah pengerjaan overburden removal sebanyak 12% (yoy).
“Pemilik tambang yang jadi klien PAMA masih memiliki rencana peningkatan produksi yang baik. Dengan sudah disetujuinya RKAB, kami mendapatkan pekerjaan yang berpotensi meningkat,” tegas Sara.
Manajemen menilai, jumlah pengerjaan overburden removal cukup besar yang diperkirakan mencapai 1,2 miliar bank cubic meter (bcm). Sedangkan per Juli 2024, jumlah overburden removal telah mencapai 700 juta bcm.
Namun secara keseluruhan, pendapatan dan laba United Tractors pada semester I-2025 turn, masing-masing 6% dan 15% dibandingkan periode sama tahun lalu. Manajemen mengaku, ini bukanlah hal yang mengejutkan, mengingat harga batu bara global yang mulai melemah sejak 2023 dibandingkan rata-rata harga pada 2022.
Baca Juga
Ada Potensi Capital Outflow, Pemangkasan BI-Rate Belum Mendesak
“Namun harga batu bara sekarang pun masih baik di mata pelaku tambang. Jadi tetap pada tingkat yang baik, sebetulnya kami masih punya impact positif namun memang tidak setinggi 2023,” jelas Sara.
Baru-baru ini, United Tractors memperkenalkan produk baru yakni Komatsu PC350LC-8M2 dan PC300- 8M2, ekskavator hidrolik kelas 30 ton. Perusahaan sebagai distributor eksklusif Komatsu telah meluncurkan dua model ekskavator kelas 30 ton untuk menyediakan pilihan yang lebih fleksibel bagi pelanggan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.
PC350LC-8M2 untuk produktivitas maksimum dengan bucket terbesar di kelasnya, serta kapasitas 2,4 m³. Dilengkapi dengan spesifikasi crawler yang panjang, alat ini menangani material sedang hingga keras, jadi pilihan untuk tugas berat.
“Alat ini dibuat khusus untuk industri pertambangan, yang mengutamakan produktivitas,” ujar Sara.
Sedangkan PC300-8M2 untuk efisiensi optimal ekskavator kelas 30 ton dengan kapasitas bucket 2,2 m³ dan jangkauan yang lebih panjang. Unit ini diklaim cocok untuk berbagai aplikasi di sektor konstruksi dan pertambangan, terutama dalam pekerjaan pendukung.
Alat tersebut memenuhi berbagai kebutuhan pengoperasian karena sangat cocok untuk menangani material lepas hingga sedang, dan dirancang untuk efisiensi maksimum.
“Kedua model ini menawarkan kinerja yang unggul dan optimal dalam hal biaya operasional yang menjamin produktivitas dan efektivitas bagi para penambang,” pungkasnya. (CR-10).
Grafik Harga Saham UNTR secara Ytd:

